Berita

muhammad as hikam/net

Politik

AS Hikam: Sesat Jika Mengukur Jokowi-JK dengan 100 Hari Pertama

SENIN, 20 OKTOBER 2014 | 12:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Salah satu salah paham yang salah dan sering dibesar-besarkan dalam politik Indonesia pasca-Orde Baru adalah mengukur kemampuan, keberhasilan, dan kegagalan kinerja presiden serta kabinetnya dengan tampilan 100 hari pertama mereka.

"Bukan saja tidak tepat dan tidak layak, tetapi ukuran itu sangat menyesatkan," ungkap ilmuwan politik, Muhammad AS Hikam, lewat dinding facebook pribadinya, beberapa saat lalu.

Hal itu dikatakan AS Hikam menanggapi kicauan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, di twitternya tadi pagi. Denny JA mengatakan, ukuran Joko Widodo mampu bekerja sebagai presiden yang baik atau tidak akan terlihat dari dua hal. Pertama, figur-figur yang dia percaya duduk sebagai menteri. Kedua, prioritas progam kerja dalam 100 hari pertama. (Baca: Denny JA: Figur Menteri dan Program 100 Hari Ukuran Kemampuan Jokowi!)


Menurut Hikam, tidak mungkin suatu pemerintahan baru yang muncul dengan latar belakang dan kondisi lingkungan strategis (lingstra) yang berbeda-beda lalu 'digebyah-uyah' (disamaratakan) dengan ukuran tiga bulan pertama.

"Bisa saja dalam tempo 3 bulan itu sebuah pemerintahan sudah berjalan baik, misalnya kalau ia adalah lanjutan dari term pertama spt KIB jilid II. Tetapi hal itu jelas tak bisa digunakan untuk mengukur kapasitas sebuah pemerintahan yang berbeda dan memiliki kekhasan atau tantangan yang sama sekali beda dengan sebelumnya," tulis Hikam.

Pemerintahan Presiden Jokowi bukanlah sambungan Pemerintah SBY dalam arti luas. Bahkan dalam hal paradigma pun berbeda, sehingga strategi tatakelola negara mungkin juga berbeda secara signifikan. Belum lagi jika dilihat bagaimana lingstra yang dihadapi Presiden Jokowi saat ini dan yang akan datang.

Masih menurut Hikam, mengukur kapasitas, apalagi keberhasilan, hanya dengan "gebyah-uyah" 100 hari kinerja adalah penyederhanaan masalah yang "lebay dan ngirit" dalam nalar. Paling-paling ukuran tersebut hanya untuk penyederhanaan dan bahkan cuma sensasi untuk konsumsi media dan popularitas publik.

"Program 100 hari bukanlah sebuah keharusan seperti yang dilontarkan oleh Denny JA. Ia bisa saja ada atau tidak tergantung kepada fokus yang dimiliki Presiden Jokowi. Publik akan melihat dan menilai kiprah beliau bukan hanya dlm rentang waktu 3 bulan, tetapi pada efektivitas kerja sesuai platform dan renstra Pemerintah," tambah Hikam. [ald] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya