Berita

jokowi/net

Politik

Jokowi Bukan Petugas Partai, Jangan Tampung Antek Neolib dalam Kabinet

MINGGU, 19 OKTOBER 2014 | 14:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Besok, dalam hari yang bersejarah untuk rakyat Indonesia, presiden terpilih Joko Widodo yang dilantik, bukan lagi "petugas partai" yang seperti pernah diutarakan Megawati Soekarnoputri selaku bosnya di PDI Perjuangan.

"Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-JK pada dasarnya  pelantikan yang dilakukan rakyat untuk mereka memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan," kata relawan Jokowi-JK dan aktivis 98 Jawa Tengah, Muhamad Khabib, dalam pesan elektronik kepada redaksi, Minggu (19/10).

Jokowi sekarang bukan lagi petugas partai, petugas ormas, atau petugas apapun itu namanya. Jokowi adalah "petugas rakyat", salah satu anak bangsa yang diberi tugas oleh rakyat dan bersama-sama rakyat untuk mengatur, mengelola dan menyejahterakan seluruh elemen bangsa ini tanpa terkecuali. Rakyat melalui tangan panjang para relawannya, akan terus mengawal Jokowi-JK sampai lima tahun ke depan, sesuai aturan main yang disepakati dalam UUD.


Untuk itu, lanjut dia, para relawan yang notabenenya adalah rakyat, berharap penuh kepada mereka berdua agar memegang amanah, harapan dan kehendak rakyat secara benar dan konsisten. Kosep dasar bagaimana menjalankan amanah rakyat secara benar dan konsisten telah dirumuskan oleh the founding fathers, yakni berupa Tri Sakti "berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya".

"Jika konsep itu semua dijalankan, maka kami meyakini tidak akan terjadi yang namanya mafia migas, mafia pangan, korupsi, budaya konsumerisme,  pelanggaran kedaulatan," tambahnya.

Para relawan mendesak Jokowi sebagai "petugas rakyat" mampu merekrut para pembantunya di kabinet dengan memperhatikan track record,  komitmen dan loyalitas pada konsep Tri Sakti. Jokowi harus mewaspadai mereka para antek ideologi neoliberal.

Kekhawatiran para relawan dan aktivis akhir-akhir ini memang terjadi, karena kuatnya rumor bahwa sosok tokoh neoliberal akan masuk di jajaran kabinet Jokowi-JK, sebut saja Sri Mulyani, Kuntoro Mangkusubroto dan Chatib Basri. Para aktivis dan relawan merasa resah akan hadirnya sosok neoliberal tersebut. Karena terbukti Para aktivis & relawan merasa resah akan hadirnya sosok neoliberal tersebut. Karena terbukti ebijakan-kebijakan neoliberal telah menjerumuskan bangsa Indonesia menjadi bangsa salah arah, kepentingan dan keberpihakan negara kepada rakyat telah dipangkas antek antek neoliberal.

"Dan yang pasti bahwa aliran neoliberal ini sangat bertentangan dengan ajaran dan semangat Tri Sakti," tegas Khabib.[ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya