Berita

migas;net

Politik

Calon Menteri ESDM Kok Para Mafia Migas

MINGGU, 19 OKTOBER 2014 | 01:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sejumlah kalangan mengingatkan pasangan presiden terpilih Jokowi-Jusuf Kalla untuk tidak mengulang kesalahan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penyusunan kabinet mendatang.

Pasalnya, beberapa nama kandidat menteri yang kini beredar di publik merupakan bagian dari masa lalu yang masih terkait persoalan hukum. Termasuk beredarnya nama seperti Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP4 Kuntoro Mangunsubroto dan mantan Kepala BPH Migas Raden Priyono yang digadang-gadang akan menempati pos Kementerian ESDM .

"Kok orang seperti ini mau dijadikan Menteri ESDM, apakah kita kekurangan orang yang punya integritas dan mampu memimpin Kementerian ESDM. Kalau sampai mereka menjabat, selesailah sudah Jokowi. Tidak usah banyak ngomong dan menjual-jual atas nama rakyat. Siap-siap aja gali kuburannya sendiri," ujar pengamat politik Rusmin Effendy menanggapi soal pos Kementerian ESDM sebagaimana keterangan yang diterima redaksi (Sabtu, 19/10).


Menurut Rusmin, sejatinya dalam proses seleksi, Jokowi benar-benar memperhatikan track record calon menteri agar orang-orang yang dipilih benar-benar bersih dan tidak terkait dengan persoalan hukum.

"Saat ini, jutaan rakyat Indonesia sedang menunggu komposisi kabinet Jokowi yang akan diumumkan pada 21 Oktober. Momentum ini menjadi pertaruhan kredibilitas pemerintahan Jokowi ke depan. Saya menangkap ada kesan politik balas budi yang dilakukan Jokowi terhadap orang-orang tertentu yang bakal masuk kabinet yang seharusnya tidak dilakukan karena memberikan kesan kabinet bersifat transaksional,” tegas dia.

Dia menjelaskan, kabinet balas budi yang dilakukan Jokowi terlihat dari beberapa nama yang masuk bursa menteri seperti Rini Sumarno, Luhut Panjaitan, Rusdi Kirana, Niken Widiastuti dan beberapa nama lainnya.

"Saya percaya, begitu nama-nama menteri diumumkan, pasti akan menimbulkan gejolak khususnya dari partai pengusung karena kecewa dan tidak sesuai harapan. Kalau sampai ini terjadi, pasti akan menimbulkan bumerang bagi pemerintahan Jokowi kedepan," ujarnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya