Berita

jokowi-sby/net

Politik

Lebih Baik SBY Batalkan Rencana Menyambut Jokowi Usai dari MPR

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 15:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana Presiden SBY menggelar upacara militer menyambut presiden terpilih, Joko Widodo, di Istana Negara pada Senin lusa (20/10), sudah disiapkan secara matang.

Namun, masih ada kontroversi. Setelah Jokowi diambil sumpahnya secara resmi sebagai Presiden ketujuh, maka SBY bukan siapa-siapa lagi. Karena itu dia tidak lagi pantas untuk menyambut Jokowi sebagai presiden baru.

Wartawan senior, Budiarto Shambazy, saat menghadiri dialog "Berpisah dengan SBY" di Warung Daun, Cikini, Jakarta (Sabtu, 18/10), menyampaikan saran kepada Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Imelda Sari, yang hadir di diskusi itu.


"Saya menyarankan Jokowi ketemu SBY itu pagi saja ya. Jadi SBY orang yang ditemui pertama di hari itu oleh Jokowi-JK," kata Budiarto.

Dia mengatakan usul itu untuk meredam kontroversi yang berkembang, karena setelah SBY dan Jokowi "bertukar kursi" di depan sidang MPR RI maka SBY sudah menjadi warga negara biasa.

Beberapa hari lalu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, berkenan menjelaskan sedikit rangkaian acara penyambutan itu. Menurut Djoko, Jokowi akan datang dari MPR RI menuju Istana Negara bersama 40 orang dekat dan koleganya.

"Beliau akan datang dengan sekitar 40 orang yang menyertai Beliau, karena dari Presiden (SBY) juga ada 40 orang menteri dan kepala lembaga negara. Kemudian ada upacara seperti kemiliteran," papar Djoko di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu malam (15/10).

Jokowi akan tiba melalui pintu gerbang depan. Di pintu barat depan Istana Merdeka, ia akan mendapat penghormatan dan disambut oleh SBY. Keduanya akan berdiri bersama di sebuah panggung yang telah disiapkan.

Jokowi, kata dia, akan menerima penghormatan dari empat angkatan gabungan dari TNI Polri, karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah menjadi Panglima Tertinggi setelah dilantik MPR. (baca juga: Berikut Susunan Acara SBY Menyambut Jokowi Secara Militer di Istana Negara). [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya