Berita

Politik

"Solusi Jokowi" Jadi Panduan Manual Publik

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 13:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Untuk mengawal dan memastikan pemerintahan dapat berjalan efektif, publik dapat menjadikan buku "Solusi Jokowi" sebagai panduan manual bagi langkah Presiden Jokowi yang akan segera dilantik.

"Ya, anggaplah buku ini sebagai manual book atau buku panduan terhadap Pak Jokowi apakah dia sungguh-sungguh menjalankan apa yang dijanjikan. Kan tinggal tagih aja nanti," kata Prof Hamdi Muluk, saat menjadi pembedah buku "Solusi Jokowi" di Jakarta, kemarin (Jumat, 17/10).

Dalam buku itu, penulis Michael Umbas mengurai sosok Joko Widodo bukan sebagai pemimpin yang hanya sekadar mampu "berbuat" sebagaimana diidentifikasi publik. Tetapi, ia juga pemimpin yang sesungguhnya cerdas memotret masalah dan merumuskan solusi.


"Kita selalu percaya setiap masalah ada solusi, maka Jokowi pun mendasari model kepemimpinan yang selalu mengambil peran menyelesaikan masalah. Ia hadir menjemput masalah, memikirkan penyelesaiannya dan bekerja sungguh-sungguh hingga bisa terselesaikan," terang Umbas.

Dia pun meyakini bahwa masa depan Indonesia akan ditenun ulang di tangan Jokowi. Berpasangan dengan Jusuf Kalla yang berpengalaman, keduanya telah merumuskan gagasan membangun Indonesia dengan apik dan terukur.

Buku setebal 277 halaman diluncurkan dalam rangkaian "Syukuran Rakyat" untuk menyambut pelantikan Jokowi sebagai Presiden 20 Oktober nanti. Para pembedah buku yakni Guru Besar UI Prof Hamdi Muluk, Eko Sulistyo dan Michael Steven. Deputi Tim Transisi Akbar Faisal sebagai keynote speaker, sementara pemerhati Timur Tengah Zuhairi Misrawi sebagai moderator. Buku Solusi Jokowi memuat garis-garis besar langkah Jokowi dalam mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa ini.

Hamdi Muluk mengaku kagum dengan ide dan gagasan Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan., baik di Solo maupun di Jakarta. Pasalnya, Jokowi secara langsung mempraktikkan jalan keluar dari permasalahan sulit. Ia lantas menyinggung bagaimana pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto.

Padahal, sebelumnya publik khawatir hasil pilpres lalu masih menyisakan bara yang bisa berujung pada proses impeachment pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Terlebih di parlemen partai pengusung dan pendukung sempat kaku dalam melakukan komunikasi dengan kubu Prabowo. Nyatanya, Jokowi dengan enteng datang dan menemui Prabowo. Mantan Walikota Solo itu sekaligus mencairkan ketegangan dua blok di parlemen, Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.

"Jokowi layak disebut pemimpin postmo. Diplomasinya simple, people to people. Dia temui Ical, pimpinan MPR, DPR dan DPD serta terakhir dengan jiwa besar menemui rivalnya Prabowo Subianto," kata dia.

Hal serupa disampaikan relawan Jokowi, Eko Sulistyo. Menurutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang memberikan solusi. Karena itu ia optimis pasangan Jokowi-JK akan membawa perubahan yang berarti bagi bangsa Indonesia berbagai sektor kehidupan.

"Jika berhadapan dengan persoalan dengan masyarakat, Jokowi akan datang, mendengarkan, makan bareng, negosiasi, mencarikan solusi dan selesai. Solusi-solusi tersebut dia wujudkan dalam program-program dan kebijakan," kata Eko.

Michael Steven mengatakan bahwa Jokowi telah memberikan contoh secara langsung dalam proses pembangunan. Karena ia mengubah mindset sebagian besar masyarakat Indonesia yang hanya bekerja untuk mencari uang menjadi masyarakat yang pandai membuat uang bekerja untuk mereka.

RMOL adalah media partner acara peluncuran buku ini. Acara serupa akan digelar di beberapa kota lain dalam waktu dekat.  [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya