Berita

presiden sby/net

Politik

Ini Keluhan Wartawan Soal Konferensi Pers SBY

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 10:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam hal kepemimpinan 10 tahun, tak disangkal banyak kemajuan yang dicapai Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden SBY. Tapi, oleh banyak kalangan, SBY kerap dianggap kurang tegas dan lebih suka "curhat".

"Tidak bisa disangkal, pandangan itulah yang menonjol di media massa dan masyarakat. Sebetulnya kalau curhat dalam arti langsung, atau lewat media sosial, itu kurang pantas," kata wartawan senior, Budiarto Shambazy, saat menghadiri dialog "Berpisah dengan SBY" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10).

Budiarto sendiri mengaku banyak menerima keluhan dari kalangan wartawan. Yang dkeluhkan adalah Presiden SBY kurang memberi ruang tanya jawab dalam kesempatan konferensi pers. Dengan demikian, kelihatan seakan SBY menutupi akuntabilitasnya. Padahal akan lebih transparan kalau SBY sering bicara tanya jawab dengan media massa


"Dia (SBY) lebih suka curhat lewat media sosial. Padahal kalau ada sesi tanya jawab akan kelihatan lebih genuine (asli). Beberapa sesi wawancara SBY di youtube itu kan bukan tanya jawab, itu searah. Kita tidak yakin itu yang mewawancara adalah wartawan, jadi tidak kritis dan pertanyaan sudah diatur," ujarnya.

Budiarto menambahkan, jika membahas kemampuan SBY dalam memimpin Indonesia, ia menilai SBY tak bisa diragukan karena mampu bertahan 10 tahun masa jabatan. Tetapi sayangnya, SBY selalu bersikap ingin menyenangkan semua pihak sehingga kelihatan kurang tegas.  

"Sayangnya, dia hanya ingin membuat senang semua orang dan akhirnya semua orang jadi kurang senang sama dia," tandas Budiarto. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya