Berita

presiden sby/net

Politik

Kala Itu SBY Betul-betul Menangis...

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 09:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jarang-jarang anak buah terdekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melihat bosnya menangis.

Pemandangan langka itu terjadi ketika SBY usai menutup ajang Bali Democracy Forum (BDF) 2014 pekan lalu, yang jadi forum internasional terakhir SBY sebagai presiden.

Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Imelda Sari, adalah saksi bagaimana momen-momen SBY terharu di ujung kekuasaannya.


"Yang saya tahu, setelah acara BDF itu Beliau sangat terharu akan sambutan yang diterima. Saya tidak pernah lihat Bapak menangis, dan kali itu betul-betul menangis. Saat dilepas di tangga pesawat oleh Gubernur Bali dan istrinya, keduanya pun ikut menangis melepas Bapak," kata Imelda saat menghadiri dialog "Berpisah dengan SBY" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10).

Suasana kebatinan yang mengharukan usai BDF itu sangat dirasakan semua jajaran staf kepresidenan. Bahkan, Presiden SBY yang jarang memakai kacamata hitam pun, karena begitu terharunya, memakainya untuk menutupi kesedihan. Ada beberapa lagi suasana haru yang terasa ketika SBY mendapat perpisahan. Misalnya kemarin saat ia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma usai perjalanan dinas.

"Atau misalnya, kemarin ada foto sesi terakhir para menteri dan istri, staf khusus dan istri dan para anggota dewan pertimbangan. Tetapi terasa sekali kelegaan Bu Ani (ibu negara) karena semua sudah selesai setelah 10 tahun ini," kenang Imelda.

Kini, SBY sedang mempersiapkan acara penyambutan presiden terpilih, Joko Widodo, di Istana Negara. Menurut Imelda, SBY terlihat sangat perfeksionis dalam menyambut presiden baru pada Senin mendatang. Kegiatan semacam ini tidak pernah dilakukan oleh presiden sebelum-sebelumnya.

"Diharapkan ini bisa dilakukan di pemerintahan selanjutnya. Jadi tradisi ini dibangun dengan suasana teduh , yang pergi dan yang datang bisa berkomunikasi dengan baik. Ini berdasar pengalaman Pak SBY yang tidak melihat hal serupa di transisi kepemimpinan sebelumnya," ujar Imelda. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya