Berita

jokowi-prabowo/net

Tiga Fakta Menarik di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo

JUMAT, 17 OKTOBER 2014 | 15:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemilihan tempat untuk suatu pertemuan tokoh politik, dalam hal ini Jokowi-Prabowo, tidak bisa dipandang sebagai hal yang sepele. Apalagi ini menyangkut pertemuan antara tokoh yang menang dan tokoh yang kalah dalam suatu kompetisi bergengsi, bernama Pilpres 2014. Karena itu, pertemuan Jokowi di rumah Prabowo merupakan salah satu fakta menarik.

Demikian disampaikan Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin. Menurut Said, masing-masing pihak yang hendak bertemu tentu harus memperhitungkan efek politik yang akan muncul dari pemilihan tempat pertemuan itu. Sebab, disitu akan ada pertaruhan yang bersifat personal, terkait dengan persoalan gengsi, harga diri, dan ukuran-ukuran ketokohan dari masing-masing tokoh yang bertemu.

"Nah, pemilihan tempat pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dirumah Ayah Prabowo itu menurut saya juga punya makna tersendiri. Disitu saya melihat ada rasa hormat yang tinggi yang coba ditunjukan oleh Jokowi kepada diri Prabowo, baik sebagai mantan pesaing tangguhnya dalam Pilpres 2014, sebagai orang yang turut berjasa membawa dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, termasuk penghormatan kepada Prabowo sebagai pemimpin partai dan tokoh yang punya banyak pendukung," kata Said kepada RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 17/10).


Disinilah, lanjut Said, terlihat ada perbedaan nilai politik antara pertemuan Jokowi-Prabowo dengan pertemuan antara Jokowi dengan tokoh lain dari Koalisi Merah Putih (KMP). Saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie beberapa hari lalu, misalnya, Jokowi lebih memilih tempat pertemuan yang lebih netral.

Fakta menarik kedua, masih kata Said, Jokowi menunjukan sikap yang berbeda dengan wakilnya Jusuf Kalla (JK). Pasca Pilpres 2014, JK pernah mengatakan tidak akan mendatangi Prabowo-Hatta. Bagi JK lebih pas jika pihak yang kalah dalam Pilpres-lah yang seharusnya mendatangi pemenang Pemilu. Disinilah terlihat adanya perbedaan sifat dan gaya antara Jokowi dan JK. Jokowi lebih mengedepankan sikap rendah hati dan berusaha merangkul, sementara JK justru lebih terkesan angkuh.

Fakta menarik ketiga, Jokowi tidak didampingi oleh petinggi partai pendukungnya. Tidak adanya petinggi parpol dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendampingi Jokowi saat bertemu Prabowo pada satu hal terkesan ganjil, tetapi pada hal yang lain menunjukan Jokowi sudah mampu menjadi dirinya sendiri.

Disebut ganjil, jelas Said, karena pertemuan dua tokoh itu merupakan pertemuan politik. Bahkan bisa disebut sebagai pertemuan politik yang paling penting. Tetapi rupa-rupanya tidak ada petinggi dari PDI-P dan partai pendukung Jokowi yang mendampingi. Seperti masih ada gengsi dari petinggi KIH untuk mendatangi Prabowo dan petinggi KMP yang lain. Saat Jokowi bertemu ARB pun tidak ada tokoh KIH yang mendampingi.

"Tetapi keberanian Jokowi untuk tetap bertemu dengan Prabowo dan ARB tanpa didampingi petinggi KIH menurut saya sudah benar. Jokowi sudah mampu menunjukan dirinya tidak bergantung kepada petinggi partai pendukungnya. Itu sikap yang bagus sekali. Sebab beberapa hari ke depan Jokowi akan resmi menjadi Presiden yang kedudukan politiknya jauh lebih tinggi melampaui ketua umum partai pendukungnya, termasuk Megawati," demikian Said. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya