Berita

jokowi-jk/net

Menteri Jokowi Sebaiknya Orang-orang yang Siap "Berkelahi"

JUMAT, 17 OKTOBER 2014 | 15:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.Kemenangan kubu koalisi pendukung Prabowo di DPR dan MPR memunculkan konsekuensi bahwa menteri-menteri kabinet Jokowi-JK yang tidak sekedar profesional tapi harus mampu dan siap "berkelahi" dengan legislatif memperjuangkan program kabinet Jokowi-JK

"Memang kabinet presidensil menempatkan Presiden kuat tapi disatu sisi Pasal 74 ayat (1), (2), dan (6) UU MD3 memaksa menteri-menteri kabinet Jokowi-JK jika tidak melaksanakan rekomendasi DPR berkonsekuensi hukum sendiri," kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, di Jakarta (Jumat, 17/10).

Fahmi menegaskan, situasi sekarang berbeda dengan pengalaman kesuksesan Jokowi di Solo. Selain Jokowi pemimpin yang merakyat tapi secara politis juga pimpinan parlemen disana dikendalikan PDIP dan FX.Rudi selaku ketua DPC menjaga komunikasi politik untuk mengawal program.


Begitu pula sukses di Jakarta masih ada Komisi dan pimpinan dewan yang masih dikuasai partai pendukung Jokowi-JK. Kondisi sekarang tidak ceteris-paribus sehingga tak bisa menempatkan gaya dan pola kebijakan  waktu jadi Walikota dan Gubernur. Kekuatan lobby dan komunikasi politik Tim Jokowi-JK sangat berperan.

"Itu tantangannya. Bisa celaka 12 jika  Jokowi-JK tidak menempatkan kriteria utama milih menteri memiliki rekam jejak loyalitas teruji, ideologis terhadap program Jokowi-JK juga hal rekam jejak integritas dan moralitas , "ujarnya

"Menterinya harus juga menguasai UU Politik MD3. Jangan naif jika hanya modal profesional dan pintar, tapi ketika digertak dan berkelahi dengan DPR menciut ketika mengawal program pemerintah. Malah mandek visi-misi Jokowi-JK," sambungnya.

Jokowi-JK, lanjut Fahmi, berkeyakninan dengan menunjukkan kerja dan kinerja pada publik. Tapi kalau menterinya tidak bisa kerja karena tidak mau perang mengawal dan program kerja karena terhambat diparlemen.

"Maka publik tidak menilai kinerja menterinya, tapi yang dilihat kerja keseluruhan Presiden. Masa' Jokowi-JK yang harus total football," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya