Berita

jokowi-jk/net

Harus Ada Kementerian Agraria dalam Kabinet Jokowi-JK

KAMIS, 16 OKTOBER 2014 | 14:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Safari politik yang dilakukan Jokowi kepada sejumlah tokoh Koalisi Merah Putih (KMP) bisa jadi untuk mengajak masuk ke dalam kabinet. Ini bisa dimengerti bila tujuan Jokowi mengajak mereka itu adalah untuk mengamkankan program-program kerakyatan.

Namun, kata Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA, Iwan Nurdin, beberapa saat lalu (Kamis, 16/10), langkah Jokowi ini patut disesalkan bila pertemuan politik ini menjadi tanda ketidakpercayaan Jokowi pada rakyat dan relawan yang mendukungnya.

Dikatakan Iwan, hal yang tepat dilakukan Jokowi saat ini adalah mengkonsolidasikan ide-ide perubahan yang selama ini diusung ke dalam wadah kongkrit berupa perubahan arsitektur dan struktur kabinet dan pemilihan sosok yang tepat dalam mengisi kabinet ke depan.


Menurut Iwan, dalam kabinet Jokowi-JK perlu ada Kementerian Agraria. Kementerian ini merupakan sebuah keharusan untuk mewujudkan pelaksanaan agenda reforma agraria khususnya redistribusi tanah 9 juta hektar yang dijanjikan dalam Nawa Cita serta menyelesaikan berbagai konflik agraria yang merebak diseluruh daerah.

Dalam kabinet Jokowi-JK harus ada Kementerian Pertanian dan Kedaulatan Pangan untuk memastikan petani kecil, masyarakat adat dan kelompok marjinal lainnya dapat memproduktifkan tanah-tanah yang diredistribusi melalui program reforma agraria.

Dalam kabinet Jokowi-JK haraus ada Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Konservasi.

"Kriteria sosok yang memimpin kelembagaan kementerian harussosok yang mempunyai pengetahuan tentang agraria yang luas baik secara politik, hukum, sosial ekonomi dan budaya. Kompetensi pengetahuan ini haruslah dibangun atas dasar empati  kepada rakyat yang selama ini tidak mempunyai akses kepada hak-hak agraria dan telah terampas," demikian Iwan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya