Berita

jokowi/net

Jokowi Pun Harus Tega Mengeruk Uang Rakyat demi Bayar Utang PLN...

RABU, 15 OKTOBER 2014 | 10:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setiap dua bulan sekali PLN menaikkan tarif dasar listrik. Rakyat pun harus membayar listrik semakin mahal kepada PLN untuk menutup bunga dan cicilan utang luar negeri PLN yang semakin menggunung.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi-politik dari Institute Global Juctice (IGJ), Salamuddin Daeng, beberapa saat lalu (Rabu, 15/10).

Menurut Salamuddin, sisi lain peringkat utang PLN semakin mantap dan masuk dalam gobal 500 fortune bersama Pertamina. Hal ini semakin membuat perusahaan ini terbius memburu utang. Setiap tahun PLN sibuk memburu utang luar negeri.  Sisi lain tidak ada perubahan signifikan dari pembangunan infrasruktur dan pelayanan listrik di dalam negeri.


Ke depan, prediksi Salamuddin, daya keruk uang rakyat akan semakin ditingkatkan seiring esakan pada pemerintah Jokowi untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tentu akan memicu tingginya ongkos produksi PLN.

Namun, lanjutnya, tentu saja semua sangat bergantung pada Jokowi. Mendukung kenaikan harga listrik gila-gilaan agar PLN sanggup membayar utang. Karena jika bangkrut maka secara otomatis Asing akan mengambil alih PLN sebagaimana cita-cita mereka sejak lama.

"Konsekuensinya Jokowi harus tega mengeruk rakyat demi membayar bunga dan cicilan  utang PLN tanpa tau sampai kapan utang utang itu dapat dilunasi," demikian Salamuddin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya