Berita

andi arief/net

Andi Arief: Jangan Lihat Riset Gunung Padang dengan Cara Pandang Politik!

RABU, 15 OKTOBER 2014 | 07:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Penelitian situs megalitikum Gunung Padang harus ditinjau dari sisi data dan hasil risetnya. Sehingga penelitian ini berguna bagi masyarakat dan bermanfataan bagi dunia penelitian.

"Riset Gunung Padang akan menjadi kontroversi politik apabila cara memandangnya adalah politik, cara memperlakukannnya dengan opini dan lain-lain," kata inisiator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Situs Gunung Padang, Andi Arief, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 15/10).

Andi pun menjelaskan bahwa  TTRM dipenuhi para paneliti dari hampir semua multidisiplin, dan memiliki hasil penelitian dan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Sementara pihak yang sempat mengkritik penelitian ini melalui seminar di Universitas Padajajaran beberapa waktu lalu, hanyalah berdasar riset arkeolog  Lutfi Yondri.


Berdasarkan riset geologi TTRM misalnya, morfologi Bukit Gunung Padang yang berupa trapesium memanjang utara-selatan dilandasi oleh lapisan lava setebal 20-30 meter di kedalaman sekitar 15 meter dari permukaan. Lapisan lava terlihat selaras dengan muka tanah situs di atas dan juga muka tanah situs di lereng timur dan barat. Lapisan ‘geologi’ di bawah permukaan baik di atas ataupun di lereng barat-timur-utara sejajar dengan permukaannya dari atas sampai kedalaman 15 meteran, yaitu permukaan lava tersebut.

Dari data bor diketahui bahwa lapisan diantara permukaan dan tubuh lava ini adalah tumpukan batu-batu kolom seperti yang terlihat di permukaan. Di temukan leher intrusi lavanya berada di sebelah lereng timur-tenggara

Dari tingkat peradaban, TTRM menemukan bahwa situs Gunung Padang bukan hasil satu generasi tapi multi generasi. Yang paling atas bergaya menhir memang peradaban sederhana, sebagaimana interpretasi dengan Arkenas, yang hanya menata ulang reruntuhan batuan yang sudah ada, kemungkinan berumur sekitar 600 SM atau lebih muda.

Namun 2 meter di bawahnya (diselingi tanah timbun) adalah bangunan sangat maju yang dibuat dari susunan batu-batu kolom (diperlakukan seperti batubata) tersusun rapih dan diisi/terbungkus semen kemungkinan berumur sekitar 6600 tahun (4600 SM). Di bawahnya lagi masih ada struktur bangunan yang lebih tua, kemungkinan umurnya berkisar 11.000- 23.000 tahun

"Sebetulnya ada paper hasil lengkap pemindaian termasuk Tomography Seismic, coring dan eskavasi terbaru, juga astronomi, flora dan fauna, Petrologi dan lain-lain yang belum bisa dipublikasikan mengingat ada kepentingan besar rakyat, bangsa dan negara dan pada saatnya akan dipublikasikan seluruhnya," demikian Andi Arief. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya