Berita

Rachamawati Soekarnoputri

Rachmawati: Samad, Bagaimana Kalau yang Terkait Masalah Hukum Presiden Terpilih?

JUMAT, 03 OKTOBER 2014 | 01:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan kekecewaan atas terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019. Alasannya, Bendahara Umum DPP Partai Golkar itu masih terkait dengan kasus-kasus hukum, terutama yang ditangani lembaga anti korupsi tersebut.

Bagi tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri, penegasan Abraham Samad tersebut semakin menunjukkan KPK tebang pilih dalam menegakkan hukum.

"Ungkapan Ketua KPK tentang adanya indikasi Ketua DPR terpilih dengan kasus hukum lebih memperjelas posisi KPK yang tebang pilih dan sinyalemen adanya 'pesanan' agar kasus Jokowi dibungkam," jelas Rachma dalam pesan singkat yang diterima RMOL (Kamis, 2/10).


"Kalau Ketua KPK menyesalkan Ketua DPR harus bersih bagaimana kalau Presiden terpilih terkait masalah hukum dan sudah dilaporkan ke KPK berulang kali?" sambung putri Bung Karno ini mempertanyakan.

Joko Widodo yang merupakan Presiden terpilih memang disebut-sebut terlibat kasus mark up pengadaan bus Transjakarta. Terutama setelah bekas anak buahnya, mantan Kepala Dinas Perhubungan,  Udar Pristono, menjadi tersangka. Dugaan keterlibatannya semakin menguat setelah Udar mengaku bekerja untuk Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Saya bekerja untuk Pak Jokowi. Lihat saja berapa kali Pak Jokowi meresmikan busway. Itu untuk mengejar supaya program transportasi berjalan," kata Udar dalam sebuah kesempatan belum lama ini.

Abraham Samad sendiri sejauh ini belum pernah menyinggung dugaan keterlibatan Jokowi tersebut setelah dinyatakan sebagai Presiden terpilih. Malah, Samad sempat menguat kencang yang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2014 ini.

Sebelum akhirnya Jokowi bergandengan dengan Jusuf Kalla, Samad disinyalir punya keinginan kuat untuk jadi Cawapres. Bahkan, Samad disebut-sebut rela meninggalkan acara kuliah umum di UGM hanya untuk bisa bertemu dengan Jokowi di ruang VIP Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta jelang detik-detik akhir pengumuman siapa pendamping jagoan PDIP tersebut. Meski dia berdalih, pertemuan itu hanya kebetulan.

Namun yang jelas, manuver Samad mengundang kritik dari sejumlah kalangan termasuk dari mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua. Saat itu, Hehamahua menyarankan Samad segera diperiksa sebelum terlanjur melanggar kode etik KPK.

Alasannya, kalau Abraham dilobi atau melobi agar menjadi cawapres, tentu mereka bertemu atau berhubungan, minimal misalnya lewat sambungan telepon. Menurut kode etik pimpinan KPK, setiap komisioner bertemu dengan pihak lain yang bukan anggota keluarga, harus melaporkan ke komisioner lain atau disampaikan dalam rapat pimpinan. "Beliau (Abraham) sampaikan dalam rapim atau tidak," kata Hehamahua waktu itu. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya