Berita

Toshiba Punya Perhatian Besar terhadap Indonesia dan Asia Tenggara

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 01:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden dan CEO Toshiba Corporation, Hisao Tanaka, mengungkapkan pihaknya berencana menginvestasikan dana sebesar USD 1 miliar di kawasan Asia Tenggara untuk lima tahun ke depan. Selain itu, perusahaan asal Jepang ini berencana melipatgandakan penjualan tahunan hingga USD7 miliar.

"Asia Tenggara sudah lama menjadi lokasi strategis sebagai pusat produksi untuk bisnis utama Toshiba," jelas Hisao Tanaka yang khusus mengunjungi Jakarta pada pekan lalu untuk menyampaikan visi perusahaan untuk Asia Tenggara dan Indonesia.

Tentang Indonesia dia menilai, telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun memunculkan beberapa permasalahan seperti permintaan penyediaan kapasitas listrik yang stabil, kemacetan, dan kebutuhan akan peningkatan fasilitas layanan kesehatan dan pencegahan bencana.

"Toshiba memiliki teknologi dan tenaga ahli yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan keamanan, ketentraman, dan kenyamanan untuk kehidupan masyarakat Indonesia," ungkap seraya mengumumkan bahwa perusahaan terbaru mereka yaitu P.T. Toshiba Asia Pacific Indonesia akan menjadi sarana untuk mencapai hal tersebut.

Dia menjelaskan, P.T. Toshiba Asia Pacific Indonesia yang akan bermarkas di Jakarta tapi lingkupnya skala nasional, sedang bersiap untuk mulai beroperasi pada bulan Oktober 2014.  

“Dengan hadirnya P.T. Toshiba Asia Pacific Indonesia ini, didukung oleh sumber daya yang ada dari seluruh Toshiba Group, kami akan semaksimal mungkin berkontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan kami harap dapat menyediakan sistem infrastruktur yang dapat memberikan dampak positif bagi perbaikan taraf hidup masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Toshiba Group telah menggunakan beragam kemampuan untuk berkontribusi terhadap pasokan energi di Indonesia. Bahkan sudah pernah memasang sistem pembangkit listrik tenaga air di Indonesia pada tahun 1974.

"Rekam jejak kami mencatat terdapat empat pembangkit listrik tenaga panas bumi, salah satunya di Tanjung Jati B yang merupakan pembangkit listrik tenaga panas bumi berbahan bakar batubara; 33 unit turbin elektrik-air untuk 11 pembangkit listrik tenaga air; dan proyek Unit 1 Patuha, pembangkit listrik tenaga panas bumi, yang sekarang masih dalam tahap pembangunan di Jawa Barat,” imbuhnya.

Malah, belum lama ini Toshiba mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan proyek besar, yakni memasok turbin dan generator uap panas bumi untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla, salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia yang sekarang masih dalam tahap pembangunan di Tapanuli Utara

Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya secara seksama mengatur kembali bisnis TV beberapa tahun terakhir agar fokus kepada Asia Tenggara dan Indonesia yang kini memiliki peran penting sebagai lokasi produksi utama Toshiba. Tak hanya, Toshiba juga juga telah mendirikan pabrik mesin cuci terbaru kami disini dan telah mempekerjakan 1.700 karyawan. "Lokasi produksi kami di Batam memproduksi pembaca barcode, terminal POS dan printer untuk bisnis, dan sekarang ini telah memiliki 2.000 karyawan,” ungkapnya.

Dia yakin hubungan Asia Tenggara dan Jepang akan berjalan baik. Tanaka merujuk kepada survei terkini yang menyatakan bahwa 33% dari masyarakat di kawasan, dalam hal ini grup masyarakat yang paling besar, menganggap Jepang sebagai rekan yang dapat diandalkan.

“Hubungan persahabatan ini menambah pentingnya nilai kerjasama kita. Sebagaimana kami telah menempatkan pusat-pusat pabrik kami secara strategis di Asia Tenggara, memastikan stabilitas pasokan tenaga listrik, membantu upaya pencegahan bencana dan memperbaiki infrastruktur sosial, merupakan hal yang penting bagi kami sebagaimana penting untuk masyarakat di sini,” tandasnya. [zul]

Populer

Prabowo Perintahkan Sri Mulyani Pangkas Anggaran Seremonial

Kamis, 24 Oktober 2024 | 01:39

Karangan Bunga untuk Ferry Juliantono Terus Berdatangan

Selasa, 22 Oktober 2024 | 12:24

KPK Usut Keterlibatan Rachland Nashidik dalam Kasus Suap MA

Jumat, 25 Oktober 2024 | 23:11

UI Buka Suara soal Gelar Doktor Kilat Bahlil Lahadalia

Senin, 21 Oktober 2024 | 16:21

Akbar Faizal Sindir Makelar Kasus: Nikmati Breakfast Sebelum Namamu Muncul ke Publik

Senin, 28 Oktober 2024 | 07:30

Promosi Doktor Bahlil Lahadalia dan Kegaduhan Publik: Perspektif Co-Promotor

Senin, 21 Oktober 2024 | 16:56

Pemuda Katolik Tolak Program Transmigrasi di Papua

Rabu, 30 Oktober 2024 | 07:45

UPDATE

Gali Potensi, Pemuda Diharapkan Raih Peluang Dunia Digital

Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:02

Pelaku Mutilasi di Jakut Ditangkap di Rumahnya

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:55

Mendagri Tugasi Ribka Haluk Urus Papua dan Bima Arya Dukcapil

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:51

Pendapatan Terus Merosot, Dropbox akan PHK 20 Persen Tenaga Kerja

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:42

Senator Jabar Ajak Stakholder Aktif Wujudkan Pilkada Berkualitas

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:38

Maarten Paes Sabet Penghargaan Save of The Year di MLS

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:27

Apindo Keberatan UMP 2025 Naik 10 Persen, Pengusaha Usulkan Formula Ini

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:24

Ini Detik-detik Mobil tvOne Diseruduk Truk di Tol Pemalang

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:20

DKPP Minta Penyelenggara Pemilu Satu Frekuensi Menjaga Integritas

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:05

Xiaomi Luncurkan HyperOS 2, Sistem Operasi yang Dibanjiri Ai

Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:00

Selengkapnya