Berita

Bisnis

BTN dan LPDB-KUMKM Sepakat Perkuat Pembiayaan Kredit Mikro

RABU, 24 SEPTEMBER 2014 | 20:18 WIB | LAPORAN:

Bank BTN mulai melirik lembaga yang berkompeten dalam pengelolaan dana bergulir untuk usaha mikro guna mendukung pembiayaan kredit mikro. Perseroan dalam tahun 2014 mempunyai target untuk menyalurkan kredit sekitar Rp 1,3 Triliun.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bank BTN merangkul Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) yang merupakan  salah satu langkah strategis perseroan dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan usaha sektor Koperasi dan UKM. LPDB-KUMKM diharapkan menjadi mitra strategis Bank BTN dalam memenuhi misi tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank BTN, Maryono usai menandatangani naskah MoU bersama LPDB di Jakarta, Rabu (24/9).
 

 
Naskah kesepahaman kerjasama ditandatangani langsung oleh Maryono dan Kemas Danial selaku Direktur Utama LPDB-KUMKM. Kerja sama yang ditandatangani oleh masing-masing pihak dimaksudkan sebagai landasan untuk menjalankan bisnis sesuai dengan ruang lingkup disepakati yang antara lain menyangkut pemanfaatan pengelolaan dana, penyaluran kredit/pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah binaan LPDB-KUMKM serta pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan.

Sementara itu, Kemas Danial menjelaskan, kerja sama ini diharapkan dapat berguna bagi mitra-mitra LPDB-KUMKM yang sudah naik kelas dan tidak lagi meminjam ke LPDB melainkan dapat ke perbankan. Dengan begitu, penerima manfaat dana bergulir LPDB semakin luas dan merata.

"LPDB-KUMKM akan menjadi mediator bagi para pelaku Koperasi dan UKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," tegas Kemas Danial.

Untuk diketahui, LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM di bidang pembiayaan, bertanggung jawab secara teknis kepada Menteri Koperasi dan UKM, dan dalam pengelolaan keuangannya bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan.

Pada tahun 2014, pemerintah telah mengalokasikan penyaluran dana bergulir melalui LPDB-KUMKM sebesar Rp 2,650 triliun atau naik sebesar 37,57 persen dibanding total penyaluran pada tahun 2013 sebesar Rp 1,926 triliun. Naiknya alokasi dana penyaluran di Tahun 2014 ini dikarenakan kinerja LPDB-KUMKM dalam dua tahun terakhir dinilai semakin membaik. Hal itu dibuktikan dengan dipertahankannya predikat ISO 9001:2008 di tahun 2013 sebagai wujud salah satu misi LPDB dalam menjaga dan meningkatkan sistem Total Quality Management (TQM) secara terpadu untuk mencapai pelayanan World Class dalam pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM.

"Kami ingin dengan kerja sama ini bagaimana seluruh kebutuhan perbankan LPDB dapat difasilitasi oleh Bank BTN. Secara profesional kami ingin agar  kerja sama tersebut saling menguntungkan kedua belah pihak. Tentu saja akan dilakukan dengan transfaran, akuntabel, obyektif dan kehati-hatian," imbuh Maryono.

Kerja sama ini juga merupakan implementasi dari pengembangan bisnis Bank BTN. Strategi bisnis korporasi tahun 2014 antara lain  fokus pada pengembangan Dana Pihak Ketiga dan meningkatkan fee based income. Pengelolaan sumber dana dari LPDB akan dimanfaatkan untuk mendukung bisnis Bank BTN. Sebaliknya LPDB dapat memanfaatkan fasilitas lebih yang dapat diberikan oleh Bank BTN dalam pengelolaan dana tersebut. Termasuk dalam hal ini pemanfaatan produk dan jasa layanan Bank BTN.[wid] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya