Berita

ilustrasi google/net

Dunia

Google Perlu Lebih Banyak Konten Berbahasa Indonesia

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 11:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Popularitas Google di tengah kemajuan teknologi serta gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini tidak dapat disangkalkan lagi. Rekomendari restoran, tips dan trik, cara memasak, dan  sejumlah hal lainnya tak jarang dicari masyarakat melalui situs pencari yang kerap disebut dengan istilah "Mbah Google" itu.

Namun demikian, pihak Google menyebut bahwa "Mbah" digital tersebut saat ini memerlukan bantuan berupa penyediaan konten-konten dalam bahasa Indonesia yang lebih banyak dari masyarakat.

"Berdasarkan indeks kami, persentase seluruh konten yang tersedia dalam bahasa Indonesia di internet setahun yang lalu kurang dari satu persen," kata Google's head of communications and public affairs for Indonesia and Greater Mekong, Amy Kunrojpanya.


Walaupun persentase konten yang tersedia dalam bahasa Indonesia telah meningkat sejak saat itu, namun masih ada kekurangan konten berbahasa lokal.

"Bagi populasi (nasional) dan populasi internet sebanyak ini, masyarakat online pengguna bahasa Indonesia sebagai bahasa utama mereka masih kurang terwakili," tekannya.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informasi, Indonesia dengan populasi sebesar 250 juta jiwa tercatat memiliki 82 juta atau setara dengan 33 persen pengguna internet. Hal itu menempatkan Indonesia  manjadi pengguna internet terbesar ke delapan di dunia.

Dengan angka pengguna internet sebanyak itu, Kunrojpanya menyebut bahwa Indonesia harusnya bisa lebih meningkatkan keterwakilannya dengan cara menghasilkan lebih banyak konten berbahasa lokal di internet.

Salah satu cara meningkatkan konten lokal adalah dengan mendorong usaha-usaha kecil untuk memiliki situs online baik berupa website, blog, ataupun laman sosial.

"Banyak usaha kecil yang tidak terwakilkan secara online, padahal kenyataannya mereka adalah tulang punggung dari setiap negara," tekannya.

"Ketika populasi internet mencapai lebih dari 30 persen, anda harusnya mulai melihat hubungan antara informasi dan ekonomi," tandasnya dikutip Asia One (Selasa, 23/9). [mel]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya