Berita

Bisnis

Kemenkop UKM: Jokowi-JK Harus Bisa Hapus Rentenir!

MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 | 09:46 WIB | LAPORAN:

Kabinet Jokowi-JK akan menjadikan sektor maritim sebagai prioritas. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir bisa menjadi salah satu andalan upaya pengentasan kemiskinan pemerintahan mendatang.

Demikian disampaikan Deputi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Braman Setyo melalui rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online di Jakarta, Minggu (21/9)

Langkah strategis yang akan diambil oleh pemerintahan baru dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang pembangunan 1.000 kampung nelayan. Melihat potensi itu koperasi bisa masuk dan bersinergi untuk membantu permodalan nelayan untuk melaut.


"Salah satu kendala utama yang menghambat aktivitas nelayan untuk menyambung hidup selain cuaca buruk adalah permodalan," beber Braman.

Braman pun mengisahkan pengalamannya saat membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terlepas dari jeratan rentenir ketika menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Saat itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perikanan Dan kelautan Jatim untuk mendirikan koperasi nelayan di daerah pesisir.

Dulu, dia bilang, saat meninjau tempat pelelangan ikan (TPI) Brondong, Lamongan, Jawa Timur, para nelayan mengeluhkan sulitnya mencari pinjaman modal ke bank untuk aktivitas melautnya mulai dari perawatan kapal hingga pembelian bahan bakar.

"Dengan dibentuknya koperasi nelayan dan nelayan di daerah itu menjadi anggotanya, mereka bisa meminjam dan menyimpan uang di koperasi sehingga cash flow nelayan meningkat," kata Braman

Setiap hasil tangkapan ikan laut nelayan, dibeli dan dipasarkan koperasi di Surabaya. Hasilnya, harga ikan menjadi lebih bersaing karena para pedagang besar bisa langsung membeli hasil tangkapan para nelayan, dan pada waktu itu (2008-2009) dibangun koperasi nelayan di 21 kab pesisir di seluruh jatim.
Hal ini sejalan dengan program Jokowi-JK untuk prioritas 1.000 kampung nelayan di tahun 2015.

"Koperasi yang akan melakukan pemasaran ikan, mulai dari hulu sampai ke hilir akan ditangani koperasi. Ini yang diharapkan ke depan menjadi perhatian lebih Presiden Jokowi agar sistem ijon berkurang dan rentenir akan tergusur dengan kehadiran koperasi," jelasnya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya