Berita

adhyaksa dault/net

Bisnis

Adhyaksa Dault: Kualitas Madu Pramuka Setara Produk Luar

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 11:20 WIB | LAPORAN:

Madu Pramuka siap bersaing di kancah internasional Indonesia jika dikelola, dan diperbaiki kemasan serta pemasarannya karena termasuk madu dengan kualitas terbaik.

"Kualitas serta lahan yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki potensi yang besar seperti seperti negara Australia dan Thailand yang menjadi produsen terbesar di dunia," kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka periode 2013-2018, Adhyaksa Dault.

Kualitas madu Pramuka yang hitam setara dengan madu-madu asider internasional seperti dari Yaman, tegas Adhyaksa saat penutupan pelatihan budidaya lebah dan pengembangan usaha madu pramuka di Cibubur, kemarin. Menurutnya, Indonesia tak perlu lagi mengimpor madu.


"Kami optimis madu pramuka mampu bersaing dengan produk luar. Hutan kita luas, tinggal SDM saja yang harus ditingkatkan," kata mantan Menpora ini optimis.

Di tempat yang sama, Direktur PT.Madu Pramuka, H.Wawan Darmawan mengatakan akan meningkatkan produksi madu Pramuka untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. Serta, menjadikan madu Pramuka sebagai pemasukan devisa negara.

"Kami menyayangkan budidaya lebah produksi madu di Indonesia masih minim. Dari madu yang dijual, sebagian berasal dari negara penghasil madu seperti Australia, Thailand, dan Argentina," ujarnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, dengan pelatihan budidaya lebah dan pengembangan usaha madu Pramuka ini diharapkan dapat meningkatkan produksi madu hingga 10-20 ton per tahun. Atau setara dengan pemasukan anggaran mencapai Rp 32 milliar.

Pada masa pemerintah yang baru nanti, Wawan pun berkeinginan dapat bekerja sama dengan Kementrian Pertanian dalam upaya meningkatkan hasil produksi madu dan memasarkannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan dunia.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya