Berita

Edhie Baskoro Yudhoyono

Wawancara

WAWANCARA

Edhie Baskoro Yudhoyono: Demokrat Setuju Pilkada Langsung Karena Sesuai Aspirasi Masyarakat

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 08:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Awalnya Partai Demokrat mendukung pemilihan kepala daerah melalui DPRD, tapi akhirnya ‘banting stir’. Kini satu barisan dengan partai pendukung Jokowi-JK yang memperjuangkan pemilihan langsung.

“Pak SBY dipilih langsung oleh rakyat untuk memimpin republik ini. Mekanisme ini merupakan produk demokrasi yang positif, harus kita dukung dan terus kita perbaiki,’’ tegas Sekjen Partai De­mokrat Edhie Baskoro Yudho­yono, dalam emailnya kepada Rakyat Merdeka, Rabu (17/9).

Berikut kutipan selengkapnya;


Apa yang mendasari peruba­han sikap Demokrat?
Kami melihat secara jernih, berorientasi pada kemajuan dan upaya pendewasaan demokrasi di Indonesia.

Saya mengajak seluruh pihak yang peduli dengan kemajuan demokrasi Indonesia. Mari kita berpikir jernih, melangkah ke de­pan, serta bersama-sama memba­ngun tekad untuk memperbaiki dan penyempurnaan sistem de­mo­krasi kita.

Apa ada faktor eksternal yang mendorong perubahan sikap Demokrat?
Partai Demokrat setuju Pilkada langsung dipertahankan, karena sejalan dengan aspirasi masyara­kat. Kami mencermati aspirasi yang berkembang, dan menyepa­kati bahwa hak politik warga ne­gara tidak boleh dipangkas. De­mokrat akan terus berada di de­pan untuk mengawal demokrasi berjalan di jalur yang benar.

Apa sikap Demokrat medu­kung pilkada langsung memi­liki kaitan dengan keterpilihan SBY sebagai Presiden yang dipilih langsung?
Pak SBY dipilih langsung oleh rakyat untuk memimpin republik ini. Mekanisme ini merupakan pro­duk demokrasi yang positif, harus kita dukung dan terus kita perbaiki.

Sebagai partai yang lahir dari roh demokrasi, kami akan men­jaga demokrasi agar tetap berada di jalur yang benar. Sesuai dasar negara kita.

Pak SBY juga pernah berpen­dapat, sistem Pilkada langsung se­jalan dengan sistem presiden­sial yang dianut Indonesia. Ada benang merah antara Pilkada langsung dan sistem presidensial yang tengah beliau jalankan.

Selain menumbuhkan parti­sipasi rakyat, Pilkada lang­sung membawa sejumlah dam­pak negatif, apa sikap Demokrat?
Kami mendukung pelaksanaan Pilkada langsung dengan sejum­lah catatan. Demokrat berpan­dangan, perlu diletakkan rambu-rambu untuk mencegah dampak negatif dari mekanisme tersebut. Perbaikan-perbaikan pasal dalam RUU Pilkada harus dilakukan secara rinci agar tidak merusak nafas demokrasi.

Jika RUU Pilkada di DPR dilakukan voting, apa  Demo­krat tetap mendukung pemili­han langsung?
Sikap kami tetap sama, selama syarat tadi terpenuhi. Diletakkan rambu-rambu untuk mencegah dampak negatif dari mekanisme Pilkada langsung.

Pada prinsipnya Demokrasi di Indonesia harus terus tumbuh dan berkembang. Jangan sampai mengalami kemunduran. Partai Demokrat setuju jika pemilu se­ca­ra langsung tetap dipertahan­kan karena sejalan dengan aspi­rasi masyarakat.

Tapi RUU Pilkada masih jadi polemik, apa instrusi dari partai?
Terkait polemik RUU Pilkada, Partai Demokrat setuju dengan nafas reformasi dan pematangan demokrasi.

Apa itu?
Intinya harus sejalan dengan pemikiran rakyat termasuk aspi­rasi kepala-kepala daerah yang menginginkan hak politik warga negara RI tidak boleh dipangkas.

Tapi banyak kalangan me­nye­butkan pilkada langsung banyak kelemahan, ini bagai­mana?

Itu dia, kita perlu melakukan perbaikan-perbaikan dalam pasal RUU Pilkada yang berpotensi merusak nafas demokrasi.

Pasal mana saja yang perlu diperbaiki?
Partai Demokrat memandang perlu perbaikan-perbaikan secara terinci terkait pasal-pasal yang berpotensi menimbulkan ekses terhadap Pilkada langsung ter­sebut.  ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya