Berita

joko widodo/net

Politik

Jangan Pencitraan, Jokowi Harus Berani Singkirkan Mafia

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 07:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gerakan lawan mafia yang dicanangkan oleh Joko Widodo harus dimulai dari lingkar terdekatnya sendiri, yakni kabinet yang nanti akan disusunnya bersama Jusuf Kalla untuk melaksanakan program Nawa Cita.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), Erwin Usman dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (19/9).

Karena bisa dipastikan para mafia domestik maupun internasional akan menyusupkan orang-orangnya ke lingkar terdekat Jokowi-JK dan berupaya untuk merebut kursi kabinet sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan mereka.


Otomatis, sambung Erwin Usman, Jokowi maupun JK harus bisa memilah dan memilih para kandidat menterinya, jangan sampai justru memilih orang yang merupakan kepanjangan tangan para pemilik modal ataupun kartel-kartel asing yang tanpa disadari selama ini telah merampas kedaulatan kita.

"Untuk pos menteri ESDM misalnya, kandidat menteri harus memiliki komitmen antikorupsi dan keberanian untuk memberantas dan memutus mata rantai mafia di sektor ESDM," kata Erwin Usman.

Tanpa komitmen dan keberanian, lanjut dia, gagasan-gagasan sebesar apa pun terkait dengan pembenahan tata kelola migas dan tambang, hanya akan jadi kosmetik pencitraan semata-mata. Dan itu yang terjadi dalam sepuluh tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Figur Menteri ESDM yang akan datang mesti tegas untuk membela kepentingan nasional atas kedaulatan ESDM dari tekanan dan jarahan kekuatan kapitalisme global. Sudah cukup jauh bangsa ini meninggalkan konstitusi Pasal 33 UUD 1945, sebagai landasan konstitusional dalam pengurusan kekayaan sumber daya alam. Jokow-JK jangan mengulangnya!" demikian Erwin Usman. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya