Berita

Suharso Monoarfa

Wawancara

WAWANCARA

Suharso Monoarfa: Kisruh PPP Tak Mungkin Lagi Diselesaikan Melalui Islah

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 07:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kemelut di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak akan mungkin diselesaikan lewat islah. Sebab, persoalan yang dihadapi saat ini lebih berat, menyangkut kehormatan partai lima tahun ke depan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/9) malam.

”Kisruh saat ini menyangkut kehormatan partai. Tak mungkin lagi diselesaikan melalui islah. Harus diselesaikan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),’’ papar Suharso.


Ini berarti, lanjut bekas Menteri Perumahan Rakyat itu, konflik diselesaikan melalui Muktamar yang harus diselenggarakan selambat-lambatnya satu tahun setelah terbentuknya pemerintahan baru hasil pilpres lalu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kalau tidak ada islah, berarti saling memusuhi?
Meskipun tidak islah, saya menjamin tidak akan memusuhi kader PPP yang berseberangan. Persaudaraan tetap berjalan dengan baik. Tetap melaksanakan komunikasi dan menjalin silaturahmi. Saya tidak menganggap ada pihak A atau B. Kita tetap berteman baik.

Tapi Anda dianggap makar, sehingga dipecat dari PPP, ini bagaimana?
Tidak seperti itu. Atas dasar apa menetapkan saya makar. Forum rapat harian yang digelar, 9 September 2014 lalu itu sah. Sebab, dihadiri Ketum (Ketua Umum PPP Suryadharma Ali).

Saya menjadi saksi dan yang pertama berbicara dalam acara tersebut. Ketika itu saya menunggu respons dari beliau. Tapi di lokasi tidak ada perkembangan. Besok harinya justru kami dipecat oleh ketum.

Kenapa ngotot menurunkan Suryadharma Ali (SDA)?
Persoalan yang paling dirasakan oleh seluruh kader yaitu beban moral, karena SDA menyandang status tersangka. Kader yang ingin masuk ke DPR merasa risih suratnya ditanda tangani oleh  orang yang menyandang status tersangka.

Selain itu, saya termasuk salah satu promotor SDA ketika mencalonkan sebagai ketum dulu.

Anda merasa bersalah?
Saya sebagai kader ikut merasa salah. kenapa bisa seperti ini. Sebagai promotor, saya ingin mengambil tanggung jawab. Saya sedih dengan persoalan yang ada di PPP saat ini. Omong kosong jika musibah yang dihadapi oleh ketum SDA tidak dirasakan oleh semua kader. Tapi kami tidak akan membuang SDA.

Bagaimana hubungan Anda dengan SDA saat ini?
Masih baik. Saya sayang banget sama beliau. Saya pribadi tidak ada unsur ingin menjatuhkan dia dengan sengaja. Atau pun melakukan balas dendam atas perbuatan yang telah beliau lakukan kepada saya.

Jika SDA mundur, bagaimana sikap Anda?
Saya dan kader lainnya akan menaruh empati dan simpati yang sebesar-besarnya jika SDA mengundurkan diri. Tetapi sayangnya itu tidak terjadi saat ini. SDA berusaha tetap menjadi ketum.

Apa Anda akan meninggalkan PPP?

Tidak mungkin. Memang saya waktu itu pernah hampir feeding out dan meninggalkan PPP secara perlahan. Karena saya pikir saya sudah cukup senior di PPP, bahkan melebihi SDA. Saya sudah terlibat dari tahun 90an. Berikan celah kepada yang muda untuk memimpin PPP. Tapi saya tidak mau meninggalkan partai dalam kondisi yang kurang baik. Saya akan support PPP sampai persoalan ini selesai.

Kabarnya Anda dan Djan Faridz yang akan maju sebagai pengganti SDA, apa benar?
Kalau buat saya, Djan Faridz tidak masuk dalam hitungan. Sebab, persyaratannya tidak dipenuhi. Kecuali jika diubah AD/ART partai. Tapi itu hal yang aneh.

Betapa mahalnya dengan merubah AD/ART partai hanya untuk mengakomodasi kepentingan orang lain. Partai dibentuk bukan mengakomodasi kepentingan orang lain.  ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya