Berita

joko widodo/rmol

Jokowi Merasa 'Bersih' dalam Kasus TransJakarta

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 13:19 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merasa sama sekali tak terlibat dalam kasus mark up proyek pengadaan bus TransJakarta tahun anggaran 2013. Kasus ini telah menyeret mantan kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono sebagai tersangka.

Jokowi, begitu biasa disapanya, pun tak mau dipersalahkan jika bus yang dibeli Dishub DKI jauh dari spesifikasi dan standar resmi.

"Seumpama saya memerintahkan kamu beli sabun wangi, terus kamu belikan saya sabun colek gimana?," ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).


Mekanisme pembelian bus juga tidak bisa asal nunjuk tapi melalui lelang yang harus dipatuhi ketentuannya.

"Beli itu tidak bisa langsung tunjuk, beli bus harus Mercy, beli bus harus Volvo, kan nggak bisa ada mekanisme lelang yang harus diikuti," katanya.

Bila terjadi kesalahan dalam pembelian, menurut Jokowi, hal itu menjadi tanggung jawab dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan selaku pengguna anggaran.

"Ini ada kebijakan ini ada yg pengguna anggarannya yaitu di dinas," imbuhnya.

Ketika disinggung penahanan mantan anak buahnya Udar Pristono, Jokowi enggan berkomentar.

"Itu wilayah hukum lah," tandasnya.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya