Berita

Presiden SBY/net

Dunia

Presiden SBY: Ini Kunjungan Terakhir Saya

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 11:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kenegaraan dan kunjungan kerja ke Portugal, Amerika Serikat, dan Jepang, tanggal 18-30 September.

Kunjungan ini diakui SBY sebagai kunjungan terakhirnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan RI.

"Insya Allah ini merupakan tugas internasional, serta kunjungan kerja saya ke luar negeri yang terakhir dalam kapasitas saya sebagai Presiden RI," ujar SBY dalam jumpa pers sebelum keberangkatannya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis pagi (18/9).


SBY mengaku kunjungannya kali ini merupakan kunjungan yang terpanjang dari segi waktu selama 10 tahun ia memimpin negeri ini.

"Ini karena ada tiga kegiatan bilateral yang kami lakukan, yaitu di Portugal, di Amerika dan di Jepang, dan tidak kalah pentingnya tugas multilateral di New York di markas besar PBB," paparnya.

Ia menjelaskan, kunjungannya ke Portugal yang akan mengawali rangkaian perjalanannya ke luar negeri kali ini merupakan kunjungan balasan atas undangan Presiden Portugal Cavaco da Silva, yang disampaikan saat pertemuan bilateral dengan dirinya, di Jakarta, pada Mei 2012.

"Kunjungan tersebut sekaligus juga untuk memperkokoh normalisasi hubungan kedua negara yang sempat dibekukan pada masa integrasi Timor-Timur yang kembali dipulihkan pada 1999 seusai jajak pendapat Timor Leste," ujar SBY.

Adapun pada lawatan di AS yang akan berlangsung 20-27 September, SBY dijadwalkan akan singgah di dua kota, yakni New York dan Washington DC. Disana SBY akan menghadiri sejumlah acara, utamanya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Saya akan sampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB, farewell saya di hadapan tamu hadirin yang mulia," katanya.

Selain itu, Presiden SBY juga akan memimpin sidang pleno KTT Iklim PBB (UN Climate Summit) 2014, dan akan memberian sambutan pada pembukaan Open Government Partnership High Level Event (OGP-HLE) bertema Citizen Action, Responsive Government.

Di luar agenda sidang PBB, Presiden SBY akan menghadiri Global Green Growth Leaders’ Gathering. Pertemuan ini adalah untuk mendengarkan hasil nominasi Presiden GGGI yang menempatkan Presiden SBY sebagai nominasi menjadi Presiden GGGI menggantikan PM Denmark Lars Rasmussen.

Adapun agenda SBY di Washington adalah meresmikan Patung Saraswati di KBRI Washington DC. Patung setinggi 5,2 meter ini dibangun di halaman depan KBRI di Washington yang berada di jantung kota Washington DC. Selain itu, SBY dijadwalkan akan meresmikan Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center, yang akan menjadi tempat warga muslim di Washington DC berkumpul serta beribadah, dan memberikan kuliah umum di George Washington University.

Rangkaian lawatan Presiden SBY akan diakhirnya dengan kunjungan ke Kyoto, Jepang, untuk menerima gelar Honoris Causa dari Universitas Ritsumeikan. Selama berkunjung di Kyoto, Jepang, SBY dijadwalkan akan bertemu dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat Indonesia di Jepang, baik dari kalangan pelaku ekonomi mau pun pakar-pakar, mengenai kesinambungan upaya membangun hubungan bilateral yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jepang.

Seperti dilansir dari situs resmi setkab.go.id, Gubernur DKI Joko Widodo yang merupakan presiden terpilih periode 2014-2019 dan Wakil Presiden Boediono turut melepas keberangkatan Presiden SBY dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono beserta delegasi, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya