Berita

Ba­dan Usaha Milik Negara (BUMN)

Bisnis

BUMN Tidak Boleh Lagi Rugi Dengan Alasan Kurs

Pemerintah Susun Standar Penerapan Hedging
KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 07:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah meminta Ba­dan Usaha Milik Negara (BUMN) segera melakukan nilai lindung (hedging) untuk menghindari kerugian akibat lonjakan kurs.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pemerintah mela­ku­kan rapat koordinasi di Au­dito­rium Gedung Tower BPK Lan­tai 2, Jakarta, kemarin. Ra­pat dimu­lai pukul 10.00 WIB dan dihadiri Ketua BPK Rizal Djalil, Gubernur Bank Indone­sia (BI) Agus Marto­wardojo dan Menteri Keua­ngan (Men­keu) Chatib Basri. Semen­tara Menteri BUMN Dahlan Iskan absen dari rapat itu.

Usai rapat, Rizal Djalil me­nga­takan, selama ini perusaha­an ragu melakukan lindung nilai atas transaksi valasnya. BUMN kha­watir biaya untuk mela­ku­kan skema hedging yang mirip asu­ransi itu dinilai sebagai ke­rugian negara.


“Sekarang apa lagi yang di­takutkan. Kita justru berta­nya kalau direksi BUMN nggak perlu hedging,” katanya.

Rizal mengungkapkan, ada beberapa BUMN yang memi­liki risiko kurs tinggi seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Kedua pe­rusahaan tersebut membeli va­luta asing (valas) yang cukup besar di pasar spot dan itu sangat rentan fluk­tuasi kurs.

Hal senada disampaikan Cha­tib Basri. Dengan adanya perse­tujuan ini, dia berharap, perusa­haan BUMN dan swasta tidak perlu khawatir mengenai risiko dari transaksi hed­ging yang se­lama ini menjadi kerugian negara.

“Karena itu, pemerintah, BI dan BPK te­ngah me­nyusun standar pe­nera­pan hedging,” kata Chatib.

Gubernur BI Agus Marto­war­dojo mengatakan, ke depan tidak ada lagi alasan mun­cul­nya ke­rugian BUMN akibat per­soalan kurs. Seperti di PLN yang tahun buku 2013 merugi Rp 30,9 triliun karena kurs.

“BUMN harus dikelola pro­fe­sional, menggunakan mana­jemen risiko yang baik. Se­ka­rang ada peraturannya se­hing­ga dimung­kinkan mereka ada lindung nilai. Kalau ada peru­sahaan rugi besar, berarti dia nggak mengelola risiko deng­an baik,” tegas Agus. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya