Berita

Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Bisnis

Anggaran Kementerian ESDM Mencapai Rp 16,3 Triliun Tapi Serapan Anggarannya Rendah

Priyono & Kuntoro Masuk Bursa Calon Menteri ESDM Baru
RABU, 17 SEPTEMBER 2014 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi salah satu kementerian yang memperoleh anggaran paling besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar Rp 16,3 triliun. Namun, besarnya anggaran ternyata tidak disertai tingkat penyerapan yang baik.

“Kementerian ESDM salah satu kementerian yang paling banyak anggarannya tapi rendah penyerapan,” kata Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, kemarin.

Kuntoro mengatakan, sisa anggaran Kementerian ESDM semester I tahun anggaran 2014 masih mencapai Rp 15 triliun. Jadi hanya terpakai sekitar 7,5 persen dari total seluruh anggarannya.


Kementerian ESDM dinilai UKP4 sebagai kementerian yang berkinerja rendah. Rapor merah bagi kementerian itu sudah terjadi dalam dua tahun terakhir ini.

Dari sisi realisasi belanja, lanjut dia, Kementerian ESDM juga masih sangat jauh dibanding rata-rata realisasi belanja nasional di kementerian dan lembaga yang mencapai 28 persen.

Kuntoro menyebut perencanaan program di Kementerian ESDM seperti anggaran transmisi tegangan tinggi di Jawa Tengah tidak jelas. Hal itu menyebabkan kekisruhan pemilik tanah.

Calon Menteri ESDM

Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) diminta memilih jajaran kabinet yang berintegritras. Terutama untuk menduduki instansi yang penting, salah satunya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Calon Menteri ESDM dinilai harus memiliki sejumlah syarat penting yakni memahami tata kelola migas dari hulu hingga hilir. Selain itu juga harus memiliki keberanian dan integritas untuk membersihkan sektor migas dari berbagai mafia dan kelompok kepentingan yang sudah merusak. "Dia harus punya integritas karena sistem di sektor migas sudah rusak dan sudah terbentuk lama. Jangan sampai seperti ustadz di kampung maling," tegas Pengamat Kebijakan Migas Yusri Usman di Jakarta, kemarin.

Sejumlah nama disebut akan menduduki posisi Menteri ESDM antara lain Anggota Dewan Energi Nasional Tumiran, bekas Kepala BP Migas Raden Priyono, bekas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita Legowo hingga Kuntoro Mangkusubroto.

Yusri mengingatkan Rudi Rubiandini yang dulu dianggap bersih, dosen teladan, ketika masuk sistem yang sudah rusak malah berbalik arah ikut terbawa sistem yang rusak dan kemudian terlibat korupsi.

Dia juga menyebutkan, Kepala BP Migas sebelum Rudi Rubiandini yakni Raden Priyono. BP Migas sendiri dibubarkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi dan kemudian berganti menjadi SKK Migas "Harusnya Raden Priyono diperiksa dan dihadirkan di persidangan," tegas Yusri.

Dalam berbagai kesempatan, Priyono sempat memprotes langkah pembubaran BP Migas oleh ormas PP Muhammadiyah. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya