Berita

hashim/net

Hashim Djojohadikusumo: Politisi Muda Jangan Tiru Ahok yang Tak Punya Tata Krama

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 14:48 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hasyim Djojohadikusumo menegaskan mundurnya Ahok dari partai tak pantas ditiru oleh politis muda lainnya karena tak ada tata kramanya.

"Rabu malam setelah Ahok mengundurkan diri, saya sempat sindir dia masa ketua DPP Partai Gerindra hanya dalam waktu 18 jam bisa ada keputusan mengundurkan diri. Suratnya lewat kurir pula. Ahok sempat terdiam pas saya bilang itu," kata Hasyim di Hotel Intercontinental, Jakarta (Senin, 15/9)

Seharusnya jika memiliki tata krama, ungkapnya, mundurnya Ahok harus harus melalui mekanisme yang baik-baik juga. Menurut Hasyim beda pendapat dalam partai politik sangat wajar. Namun dalam etika berpolitik jika beda pendapat dan mau mundur jangan diumbar lewat media terlebih dahulu.


"Kalau dibahas baik-baik, ketemu Pak Prabowo, ketemu pengurus partai dan jelaskan dengan bahasa baik-baik. Kalau memang tetap tidak bisa sejalan dan beda keyakinan ya silahkan keluar. Kita sadar ini demokrasi dan Ahok bukan budak partai,"kata Hasyim

Hasyim pun mengaku sempat memberikan contoh pada Ahok saat Prabowo mundur dari Golkar tempo dulu. Prabowo dulu bicara baik-baik dengan Ketua Umum Golkar, JK. Prabowo menjelaskan jika ingin membangun partai Gerindra.

"Sampai sekarang Prabowo dan JK hubungan baik. Mereka sadar betul dalam politik beda pendapat wajar. Tapi ada tata kramanya,"kata Hasyimm

Tak hanya Prabowo, Hasyim pun sampaikan pada Ahok terkait sikap Kwik kian Gie yang selalu berbeda pendapat dengan Megawati Soekarnoputri. Bahkan terakhir Kwik mendukung Prabowo Subianto di pilpres 2014.

"Tapi Kwik tetap anggota setia PDIP," kata Hasyim

Makanya, adik kandung Prabowo ini mengaku mendapat kesan jika mundurnya Ahok sudah direncakan. Tapi Hasyim tak mau berspekulasi jika ada pihak yang mau menggembosi Gerindra lewat Ahok. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya