Berita

presiden sby/net

Politik

POLEMIK RUU PILKADA

SBY Tidak Terima Dituduh Pengkhianat Demokrasi

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 04:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden SBY tidak terima disebut sebagai penghianat demokrasi. Ia tidak paham alasan sebagian kalangan yang mendorong isu RUU Pilkada kepada dirinya.

"Tidak tepat dan tidak relevan," kata SBY dalam wawancara khusus yang diunggah ke Youtube, Minggu (14/14).

SBY menyatakan, sebagai presiden dia tidak terkait dengan adu kekuatan politik dua kudu di Parlemen.


"Yang berseberangan dan berbeda pendapat siapa? Ini kan di Parlemen, antara kekuatan politik A-B. Kenapa dilarikan kepada SBY," ungkapnya.

SBY menjelaskan, dirinya dapat disalahkan dan diminta pertanggungjawaban jika peraturan tersebut berupa Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden. Aturan Pilkada adalah undang-undang, yang merupakan kewenangan DPR sebagai lembaga legislatif.

"Kecuali ini bukan UU, misalnya Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden, yang nyata-nyata tidak tepat, saya bisa dikatakan mengkhianati demokrasi, atau meninggalkan titik hitam dalam demokrasi. Tapi ini UU, semua tau atauaran mainnya, dirumuskan DPR dan Pemerintah. Pemerintah menunggu sekarang ini, karena DPR terbelah," beber Kepala Negara.

SBY menambahkan, saat ini ia tengah berfikir keras untuk menemukan opsi atau tawaran kebijakan yang baik terkait RUU Pilkada. Tanpa adanya tekanan pun, dirinya mengaku tetap mencari pilihan terbaik bagi masyarakat soal pilkada, dan bagaimana agar UU Pilkada ini baik untuk demokrasi dan masa depan bangsa. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya