Berita

sby

Politik

SBY Tolak Permintaan Jokowi Masuk di Pemerintahan

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2014 | 23:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudyono (SBY) memilih jalan tengah. Tidak bergabung dengan Joko Widodo di pemerintahan, dan tidak bergadung dengan Prabowo Subianto di Koalisi Merah Putih.

SBY mengaku dengan berterus terang, dia dan Demokrat sempat diajak oleh kedua kubu untuk bergabung. Dan dengan tegas dia menolaknya.

"Saya sudah mengatakan, Partai Demokrat lebih baik menjadi penyeimbang yang betul. Tidak masuk ke kubunya pak Jokowi dan tidak masuk pula ke kubunya pak Prabowo," kata SBY dalam wawancara khusus yang diunggah ke Youtube, Minggu (14/14).


Sebab, sambung SBY, kalau Demokrat sampai masuk ke salah satu kubu tersebut, Demokrat akan terlibat dalam politik yang amat keras, yang dengan istilah SBY disebut dengan intip-mengintip, serang-menyerang dan hancur-menghancurkan.

"Dan itu bukan kepribadian saya dan Demokrat. Kami punya prinsip dan etika tersendiri," tegas dia.

SBY menambahkan, meski berada diantara keduanya, Demokrat tetap berperan konstruktif. Manakala ada isu besar, apakah kebijakan atau rancangan undang-undang, yang menurut Demokrat baik bagi rakyat, baik yang berasal dari kubu Jokowi atau kubu Prabowo, Demokrat pasti mendukung.

"Sebaliknya, kalau memang nyata-nyata tidak realistis, tidak rasional dan menyengsarakan rakyat. Dengan tegas dan terang, Partai Demokrat tidak mendukungnya," ungkapnya.

"Itu lah hakikat kekuatan politik dalam demokrasi yang sehat yang saya pahami, dan itu pula yang dianut Partai Demokrat," tambah SBY. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya