Berita

Elpiji 12 Kg

Bisnis

Pemerintah Mestinya Kebut Program Gas Rumah Murah

Kenaikan Elpiji 12 Kg Cuma Tutupi Kerugian Pertamina
KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah sekian lama menolak, akhirnya pemerintah menyetujui kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg). Alasannya, kenaikan tidak membebani masyarakat.
Meski sudah disetujui, pemerintah masih tutup mulut soal besaran dan kapan kenaikan ini mulai diberlakukan.

Anggota Komisi VII DPR Muhamad Idris Lutfi mengatakan, kenaikan harga elpiji 12 kg memang hak Pertamina karena bukan barang yang disubsidi pemerintah. Namun, dia menyayangkan rencana kenaikan itu tidak disiapkan dengan matang.

Seharusnya, kata Ketua Poksi Komisi VII DPR PKS ini, pemerintah menyiapkan dampak dari kenaikan harga elpiji 12 kg. Kenaikan elpiji non subsidi akan memberikan dampak yang cukup besar, terutama untuk elpiji 3 kg yang selama ini disubsidi pemerintah.

Seharusnya, kata Ketua Poksi Komisi VII DPR PKS ini, pemerintah menyiapkan dampak dari kenaikan harga elpiji 12 kg. Kenaikan elpiji non subsidi akan memberikan dampak yang cukup besar, terutama untuk elpiji 3 kg yang selama ini disubsidi pemerintah.

“Persetujuan pemerintah soal kenaikan harga elpiji hanya melihat dari sisi kerugian Pertamina saja. Seharusnya, dampak besarnya juga diperhitungkan,” ujar Idris kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, dampak kenaikan harga elpiji 12 kg akan menyebabkan terjadinya migrasi konsumsi ke elpiji 3 kg.  Selain itu, dengan disparitas yang sangat tinggi juga akan berdampak pada pengoplosan yang ujungnya akan menimbulkan ledakan akibat klep rusak.

Idris mengatakan, harusnya pemerintah sabar, tidak memberikan lampu hijau kepada Pertamina untuk menaikkan harga. Kenaikan bisa dilakukan jika semua dampaknya sudah bisa diantisipasi pemerintah dan Pertamina.

“Salah satu caranya dengan mengebut program gas rumah yang murah,” katanya.

Direktur investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, kenaikan harga elpiji 12 kg seharusnya tidak terjadi. Soalnya masyarakat baru mengalami kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Apalagi, dasar kenaikan itu akibat keluhan Pertamina yang selalu mengalami kerugian.

“Pertamina sebagai BUMN tugasnya untuk melayani masyarakat. Harusnya mereka jika menjual produk ke rakyat tidak bahas untung rugi. Sama saja dengan perusahaan swasta dong,” tegasnya kepada, kemarin.

Manajer Media Pertamina Adiatma Sardjito mengklaim pihaknya sudah rugi sekitar Rp 2,5 triliun untuk tahun ini karena menjual murah elpiji 12 kg.

Kerugian tersebut karena menjual elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian.
“Elpiji 12 kg itu harganya disubsidi sendiri oleh Pertamina, tidak diganti negara. Sekarang harganya Rp 11.500 per kg, tapi kita masih jual Rp 6.000 per kg,” katanya.

Karena terus menjual elpiji 12 kg dengan harga murah, Pertamina tiap tahun merugi di bisnis elpiji 12 kg mencapai Rp 5-6 triliun per tahun. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya