Berita

ilustrasi/net

Dunia

2024 Tiongkok Bisa Ambil Alih Posisi AS Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 12:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiongkok diperkirakan akan muncul menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2024 mendatang.

Menurut data dari perusahanan analisis dan data industri global IHS, belanja konsumen di Tiongkok diperkirakan meningkat hampir empat kali lipat selama periode 2013 hingga 2024.

IHS memperkirakan bahwa pada tahun 2024 mendatang dengan antisipasi nominal produk domsetik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP) sebesar 28.25 triliun dolar AS, Tiongkok akan mengambil alih posisi Amerika Serikat yang memiliki GDP sebesar 27.31 triliun dolar AS, sebagai ekonomi terbesar dunia.


Saham Tiongkok dari GDP dunia diperkirakan akan meningkat dari sekitar 12 persen pada 2013 menjadi 20 persen pada tahun 2025.

"Lebih dari 10 tahun ke depan, ekonomi Tiongkok diperkirakan akan menyeimbangi kembali pertumbuhan konsumsi yang meningkat. Hal itu akan membantu struktur perekonomian domestik serta pertumbuhan untuk Asia Pasifik sebagai kawasan," kata kepala Ekonom Asia di IHS, Rajiv Biswas.

Ia menambahkan, dalam 10 tahun ke depan, belanja konsumen warga Tiongkok diperkirakan akan tumbuh menjadi rata-rata 7.7 persen pertahun secara riil. Hal itu menjadi mesin utama permintaan konsumen global dan pertumbuhan dunia. Dengan kata lain, sambungnya,  total belanja konsumen warga Tiongkok akan tumbuh dari saat ini tiga triliun dolar menjadi 11 triliun dolar pada tahun 2024.

"Pertemuan di Forum Ekonomi Dunia di Tianjin Tiongkok akan fokus pada ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi," kata Biswas.

"Ini adalah beberapa sektor kunci yang akan sangat penting dalam membantu mengubah ekonomi Tiongkok," sambungnya seperti dikutip China Daily (Senin, 8/9). [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya