Berita

Pangi Syarwi Chaniago/net

Politik

Dosen Politik: Pilkada Langsung Harus Dipertahankan

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 04:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Alasan pihak yang pro terhadap pengembalian Pilkada kepada DPRD adalah, pemilihan langsung mengakibatkan pemborosan biaya politik, timbulnya konflik horizontal di masyarakat, dan terciptanya peluang bagi pihak-pihak yang tidak kapabel untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang), mengatakan, kalau mau ingin hemat, pilpres, pileg dan pilkada (gubernur dan bupati/walikota) bisa saja digelar serentak.

Soal konflik horizontal di masyarakat saat pertama kali Pilkada langsung digelar memang terjadi. Namun, lanjut Ipang, kini skala maupun kualitas konflik tersebut kian menurun, hanya ada beberapa daerah yang Pilkada-nya terjadi konflik dari ratusan kabupaten/kota yang ada.


Jelas Ipang, masyarakat kian sadar dan memahami keuntungan maupun kerugian dari berkonflik Pilkada.

"Secara tak langsung, ini menandakan kesadaran politik masyarakat mulai timbul," ujar Ipang kepada redaksi, Senin (8/9).

Saat ini, sambung Ipang, permasalahan Pilkada secara langsung perlahan mulai terpetakan dan jelas. Karena demokrasi dan kemapanan politik membutuhkan proses dan tidak bisa instan.

"Tinggal dievaluasi dan diperbaiki kekurangan Pilkada yang kini sedang berjalan, jangan berpikir lagi ke belakang atau mundur," tandas dia.

Sebelumnya Ipang sepakat Pilkada langsung harus tetap dipertahankan. Menurutnya, Pilkada langsung memperkuat legitimasi kepala daerah. Sementara Pilkada yang dipilih oleh DPRD diyakini tidak akan menyelesaikan masalah, justru demokrasi di daerah menjadi mundur.

"Dengan Pilkada diserahkan kepada DPRD, peluang permainan politik uang dan transaksi politik tetap terbuka lebar. Hal ini dibuktikan ketika rezim Orde Baru berkuasa, politik uang berlangsung di tataran DPRD," tandas Ipang. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya