Berita

ilustrasi/net

Dunia

Pimpinan Al-Shabab Dikonfirmasi Tewas, Militan Diberi Peluang Amnesti

SABTU, 06 SEPTEMBER 2014 | 10:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pimpinan kelompok militan al-Shabab Somalia Ahmed Abdi Godane dikonfirmasi tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat awal pekan ini.

Menurut keterangan dari Pentagon, pihaknya melancarkan serangan udara dengan pesawat berawak dan pesawat tak berawak pada Senin malam (1/9) ke sejumlah wilayah di sebelah selatan ibukota Mogadishu.

"Serangan itu menyebabkan kematiannya (Godane)," kata sekretaris pers Pentagon, John Kirby pada Jumat (5/9).


Sementara itu menurut keterangan Gedung Putih, kematian Godane itu, sekaligus mencerminkan upata intelijen, militer, serta penegak hukum Amerika Serikat yang berupaya memberantasnya.

"Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini telah mengaku bertanggung jawab atas banyak pemboman serta aksi serangan bunuh diri di Mogadishu dan di Somalia tengah dan utara," kata pernyataan itu.

"Godane juga terus mengawasi plot yang menargetkan orang Barat, termasuk warga Amerika Serikat di Afrika Timur," sambungnya.

Diketahui Amerika Serikat mendukung Uni Afrika untuk melakukan serangan terhadap al-Shahab di sejumlah kota di Somalia sejak tahun 2011 lalu. Al-Shahab itu sendiri merupakan kelompok militan yang didukung oleh ak-Qaeda dan kerap melancarkan serangan di Somalia serta sejumlah negara tetangga lainnya.

Gedung Putih memastikan akan terus menggunakan instrumen finansial, diplomatik, dan militer untuk mengatasi ancaman dari al-Shabab dan mendukung upaya pemerintah Somalia untuk membangun masa depan yang aman dan stabil bagi rakyat Somalia.

Godane sendiri merupakan salah satu orang paling diincar oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Kepala Godane dihargai 7 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa membunuhnya.

Seorang analis Somalia, Mohamud Sheekh menyebut, kematian Godane akan membawa pukulan besar bagi kelompok tersebut.

"Ini akan berdampak dalam hal mempengaruhi semangat para pejuang, tetapi itu bukan akhir dari al-Shabab dalam jangka pendek atau menengah," sebutnya dikutip BBC.

Menyusul kematian Godane, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamed mengumumkan amnesti 45 hari untuk militan yang bersedia untuk meninggalkan al-Shabab. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya