. Presiden SBY meresmikan 21 proyek dan tujuh groundbreaking proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Peresmian keseluruhan proyek tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Boediono dan presiden terpilih Joko Widodo, di Jakarta Convention Center, Jumat pagi (5/9).
Berdasarkan validasi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), sebagaimana dilaporkan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, dalam tiga tahun pelaksanaan MP3EI, tahun 2011 hingga Agustus 2014, investasi yang sudah terealisasi sebesar Rp 860,3 triliun yang terdiri dari 383 proyek.
Dari proyek-proyek tersebut, 174 diantaranya di sektor riil yang menjadi tonggak ekonomi baru dengan total investasi Rp 441,2 triliun. Kemudian, ada 209 proyek infrastruktur dengan total investasi sebesar Rp 422,3 triliun.
Presiden SBY mengajak bersyukur atas pencapaian nyata MP3EI selama tiga tahun ini. Semangat MP3EI, keta Kepala Negara, ada dua. Pertama, pembangunan infrastruktur untuk menggerakan perekonomian dan mengurangi pengangguran serta pengurangan kemiskinan. "Semua ada dalam konsep besar MP3EI," SBY menjelaskan.
"Kedua, kita diajari di era globalisasi ini harus pandai-pandai mendapatkan kesempatan. Semoga MP3EI lebih dari hanya mendapatkan, tapi menciptakan kesempatan," ujar SBY.
MP3EI, lanjut dia, berperan penting dalam pembangunan konektivitas dalam konteks regional dan global. Asia, termasuk ASEAN, tumbuh menjadi pilar tertinggi dalam perekonomian dunia. Oleh karena itu, percepatan konektivitas di kawasan tersebut menjadi amat penting.
"Ketika saya menganalisis dan mencoba memahami konsep besar ini, agar Asia terhubung satu sama lain, maka kewajiban kita memastikan terlebih dahulu bahwa negara kita harus terhubung dengan baik," SBY menegaskan.
Proses keterhubungan antarwilayah Indonesia dan Indonesia dengan kawasan dilakukan secara paralel. "Kita harus mempercepat dan memperluas pembangunan konektivitas agar siap memiliki daya saing tinggi ketika terhubung dengan pihak lain," tandas SBY seperti dilansir dari laman resmi
presidenri.go.id.
Dalam ksempatan ini, SBY melakukan percakapan melalui video conference dengan enam gubernur yang mewakili koridor ekonomi dalam MP3EI. Mereka adalah Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur NTB Zainul Majdi, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Longki Djanggola. Kemudian, Gubernur Kalimatan Barat Cornelis, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.
[rus]