Berita

ilustrasi, Musnahkan Barang Ilegal

Bisnis

Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal Yang Merugikan Negara Rp 15,2 M

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2014 | 09:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ditjen Bea dan Cukai Provinsi Banten memusnakan 16 ribu botol minuman keras serta 15 bal atau ribuan bungkus rokok yang tak disertai pita cukai atau dipitai cukai palsu. Total kerugian negara Rp 15,2 miliar.

 Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Banten, Marisi Zainudin Sihotang mengatakan, barang ilegal tersebut tangkapan dari tahun 2010 hingga 2013.

Dengan daerah tangkapan Kabupaten Tangerang, Tangsel, Serang dan Cilegon.
“Total dari 2010-2013 ada tujuh tangkapan atau kasus yang kami tangani.

“Total dari 2010-2013 ada tujuh tangkapan atau kasus yang kami tangani.

Didapat 16 ribu botol miras berbagai merek produksi dalam negeri serta 15 bal atau ribuan bungkus rokok yang tak disertai pita cukai atau dipitai cukai palsu,” ungkap Marisi.

Marisi mengungkapkan, pemusnahan 13 ribu botol miras juga dilakukan pada minggu lalu di Kantor Bea Cukai Merak sehingga ditaksir total kerugian negara dari barang tersebut mencapai Rp 15,2 miliar.

“Banyaknya pengamanan ini dikarenakan Banten ada dua daerah utama perlintasan. Yakni Pelabuhan Merak yang menghubungkan Jawa dan Sumatera, dan Bandara Soekarno Hatta (Soetta),” ungkap Marisi.

Untuk itu, dia akan melakukan siaga dan kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran barang-barang ilegal.

“Sistem keamanan akan diperkuat, termasuk di Kawasan Berikat. Pembenahan di internal Bea Cukai pun akan kita lakukan,” ucapnya.

Ditjen Bea dan Cukai Provinsi Banten juga optimistis target penerimaan Rp 6,2 triliun bisa dicapai tahun ini. Dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas, pihaknya berjanji akan mengoptimalkan kinerja sesuai target penerimaan negara. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya