Berita

Dian Virengjurit/Mehrnews

Dunia

Iran Perlu Libatkan Tiongkok Soal Masalah Nuklir

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2014 | 13:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran perlu melibatkan Tiongkok dalam memecahkan masalah nuklirnya yang ditentang oleh negara-negara Barat.

Pasalnya, pasca Perang Dingin usai, dunia saat ini tidak lagi mengenal era bipolar, melainkan multipolar. Itu berarti, ada kekuatan lain di samping dua kekuatan dunia di masa Perang Dingin, Amerika Serikat dan Rusia. Kekuatan lain yang dimaksud itu tak lain adalah Tiongkok.

"Tiongkok telah menjadi kekuatan utama di bidang ekonomi," kata Dutabesar indonesia untuk Iran Dian Virengjurit dalam sebuah wawancara dengan Mehrnews pada Selasa (2/9).


Menurutnya, pada kenyataan saat ini, setiap orang yang akan melakukan analisa ekonomi dunia harus mempertimbangkan Tiongkok. Kendati demikian, dalam ranah politik, Amerika Serikat dan Rusia masih memiliki kepentingan untuk bermain dalam peran global.

"Tapi sekarang ada hubungan antara ekonomi dan politik karena anda tidak dapat mengabaikan sektor ekonomi lagi," kata Dian.

Dengan demikian, pembicaraan global sata ini tidak bisa hanya terbatas pada persoalan konflik politik atau persaingan kekuatan politik.

"Tiongkok harus dianggap sebagai faktor lain yang mempengaruhi apa pun kekuatan politik yang berkembang. Karena kekuatan ekonomi Tiongkok akan memainkan peran," jelasnya.

"Itu sebabnya, upaya untuk memecahkan masalah, termasuk masalah nuklir Iran harus melibatkan Tiongkok," sambungnya.

Kata Dian, sejumlah sanksi ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara Barat terhadap Iran akibat nuklirnya didasarkan pada keputusan politik. Dengan demikian, bila Tiongkok dilibatkan di dalamnya, negeri tirai bambu itu bisa mengambil peran lebih dan menggunakan pengaruhnya dalam proses pembuatan keputusan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya