Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Yuliandre Darwis, Ph.D dinilai layak menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di kabinet Jokowi-JK.
Pria 34 tahun ini adalah sosok yang memiliki kemampuan intlektual, menejerial kuat, jaringan internasional, profesional dan memiliki finansial yang cukup.
"Dan yang paling penting, pak Yuliandre Darwis bisa merangkul semua kalangan," ujar Sekretaris Jenderal ISKI Dr. Fal Harmonis kepada redaksi, Rabu (3/9).
Jelas Harmonis, pemerintahan Jokowi-JK diharapkan tidak hanya merangkul menteri asal partai politik saja. Tapi dari lembaga profesional yang sudah fokus membidangi bidang tertentu, seperti ISKI yang konsisten mengembangkan komunikasi di Indonesia.
"ISKI banyak potensi, kenapa nggak dimanfaatkan," ujar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Pascasarja UMJ ini.
Harmonis menambahkan, komunikasi juga harus menjadi perhatian serius oleh Presiden terpilih Joko Widodo. Saat ini bidang komunikasi sepertinya diabaikan, tidak seperti bidang lain yaitu, pertahanan, politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan budaya. "Sekarang ini banyak komunikasi yang tidak santun," ungkap Harmonis.
Jelas dia, dalam komunikasi ada istilah, 'Sesuatu yang baik disampaikan dengan cara yang jelek, hasilnya akan jelak. Dan sebaliknya, sesuatu yang jelak disampaikan dengan cara yang baik, hasilnya akan baik'. "Namun kita di ISKI, ingin 'sesuatu yang baik disampaikan dengan cara yang baik, agar hasilnya baik'," terang Harmonis.
Harmonis menjelaskan, setelah melakukan
roadshow ke beberapa tokoh komunikasi, LSM dan beberapa media, banyak masukan agar pemerintah Jokowi-JK mendatang memperhatikan bidang komunikasi di tanah air lewat Kemenkominfo.
"Komunikasi juga penting diperhatikan. Contoh sederhana, saat jumpa pers Jokowi-JK pasca putusan MK, saat itu protokolernya kacau, masa sebagai bangsa besar tidak ada persiapan, mic (microphone) sembarangan cara memberikannya. Inikan kepala negara, dimana wibawa kita," beber Harmonis.
[rus]