Berita

tony abbott/net

Dunia

Putus Hubungan Dagangan Uranium dengan Rusia, Australia Dekati India

RABU, 03 SEPTEMBER 2014 | 14:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia berencana menandatangani kontrak ekspor uranium dengan India untuk pembangkit tenaga listrik damai pada pekan ini.

Di hadapan parlemen Australia, Perdana Menteri Tony Abbott menyebut, ia akan menandatangani perjanjian kerjasama buklir dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungannya selama tiga hari ke Mumbai dan New Delhi mulai besok (4/9).

"Harapan saya adalah untuk memperdalam persahabatan antara Australia dan India pada saat optimisme baru di India di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri Modi," kata Abbott dikutip ABC News.


Dalam kesempatan yang sama, Abbott menekankan bahwa Australia telah secara resmi mengakhiri hubungan perdagangan uranium dengan Rusia menyusul sanksi yang diterapkannya bersama negara-negara Barat terkait krisis yang terjadi di Ukraina.

"Tidak akan ada penjualan uranium Australia ke Rusia sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Abbott.

"Australia tidak berniat menjual uranium ke negara yang begitu jelas melanggar hukum internasional seperti Rusia saat ini," katanya.

Larangan ekspor uranium di Rusia tidak akan berpengaruh langsung, meskipun guling argumen lawan 'bahwa kesepakatan selalu kesalahan.

Australia diketahui memiliki hampir sepertiga dari cadangan uranium dunia. Negeri kanguru menerapkan langan syarat yang ketat untuk melakukan kontrak ekspor uraniaum.

Abbott menegaskan, India saat ini lebih layak menjalani kesepakatan dagang uranium dibandingkan dengan Rusia.

"Jika kita siap untuk menjual uranium ke Rusia, dan kami sudah siap untuk melakukan itu di masa lalu, tentunya kita harus siap untuk memberikan uranium ke India di bawah perlindungan yang sesuai," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya