Berita

Sylviani Abdul Hamid

Dunia

PAHAM Indonesia: Sudah Saatnya Dunia Menghukum Israel

SELASA, 02 SEPTEMBER 2014 | 05:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Syeikh Musthafa Abu Khalil, mewakili International Public Foundation to Aid Gaza menyampaikan angka-angka terbaru terkait korban agresi Israel di Gaza pada acara Confrence of International Publick Foundation to Aid Gaza yang diselenggarakan di Istambul, Turki 30-31 Agustus 2014.

Ia menyatakan ada 58.080 bangunan hancur dan rusak. 2.080 di antaranya hancur total dan 8.000 bangunan rusak berat serta tidak mungkin dipergunakan. Ada 38.000 bangunan dengan kerusakan yang perlu perbaikan, meski masih bisa dipakai. Sebanyak 461.643 orang tak memiliki tempat tinggal. Sebagian ke rumah saudaranya, sebagian mengungsi di sekolah-sekolah, sebagian berpindah-pindah tak menentu. Ada 121 masjid rusak akibat serangan ini. 71 di antaranya hancur dan rusak berat.

Dan korban jiwa selama lebih dari 50 hari agresi Israel di Gaza mencapai 2140 jiwa. Ada 11.161 orang luka-luka, 2.088 di antaranya perempuan dan 3.374 dari anak-anak. Termasuk yang cacat permanen dan luka-luka berat.


Sekjen Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia, Sylviani Abdul Hamid yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan kekejian Israel membuktikan Israel bukanlah negara beradab dan harus diasingkan dalam pergaulan internasional karena tindakan mereka mengancam perdamaian dunia. Dorongan untuk menyelesaikan kejahatan Israel dalam ranah hukum Internasional mengemuka dalam forum tersebut dimana forum mengajak para praktisi hukum untuk merumuskan cara dan bergerak menyeret para penjahat perang dari zionis Israel yang terlibat pembantaian dan penyerangan di Gaza. Sylvi pernah masuk ke Gaza pada tahun 2010 bersama rombongan Viva Palestin V memberikan bantuan kemanusiaan; dimana ia membawa sendiri Mobil Ambulan yang berisi bahan makanan dan kebutuhan pokok untuk rakyat Palestina.

Seperti dalam keterangan tertulisnya, Sylviani menyampaikan bahwa dalam forum tersebut dirinya mengajak kepada para peserta untuk mensoalkan agresi Israel dalam ranah hukum Internasional dengan cara masing-masing lembaga di negara asal mereka dengan mendorong keterlibatan publik dan negara dalam melakukan  aksi simpatik. Bahkan dirinya menyerukan kepada lembaga yang hadir untuk membentuk sebuah wadah yang secara fokus melakukan analisa hukum terhadap kejahatan Internasional yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina; yang mana forum ini akan digunakan sebagai wadah bersama untuk menyeret pemimpin Israel yang terlibat dalam agresi ke Palestina.

"Sudah saatnya dunia menghukum Israel atas kekejian mereka jangan sampai terjadi kisah pilu tentang Impunitas suatu Negara menjadikan Israel jumawa dan tidak diadili atas kejahatan Internasional yang sudah dilakukannya," tegas Sylvi (Senin, 1/9). [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya