Berita

Pesawat Kepresidenan/net

PDIP Konsisten Jual Aset Negara

SELASA, 02 SEPTEMBER 2014 | 03:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait akan mengusulkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo untuk menjual pesawat kepresidenan yang pengadaannya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden SBY, dengan alasan untuk menghemat anggaran operasional.

Usulan tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial. Akun @JojoWAHAB misalnya, ia malah bertanya apa urgensi dari penjualan pesawat kepresidenan itu nanti.

"Apa perlu menjual pesawat kepresidenan dan dipakai uangnya untuk kepentingan rakyat?"


Akun @MerryMP malah mengaku aneh dengan usulan politisi PDIP itu. "Lagian aneh2 aja. Pesawat kepresidenan mau dijual. Gedung DPR aja sekalian dijadiin perumnas. Lebih berguna," tulis @MerryMP.

Lalu Suryade berpendapat lain, ia menilai usulan Maruarar Sirait itu adalah bentuk kampanye seperti masa pileg dan pilpres lalu. "Masih aja kampanye, mau jual pesawat kepresidenan-lah," ciutnya di akun @suryadelalu.

"Kambuh, lihat barang bagus, PDIP bersyahwat jual pesawat kepresidenan. Sudah menjadi tabiat," timpal akun @jokosusilo239.

Ketua DPP Partai Demokrat, Ikhsan Modjo dengan tanda (simbol) senyum menyebut usulan tersebut adalah sebagai bentuk konsisten PDIP menjual aset negara. Seperti yang awam diketahui publik, Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP) sewaktu presiden menjual aset negara, Indosat.

"(Usulan PDIP, sebagai bentuk) konsisten jual-jual aset negara," tulis di akun @IkhsanModjo.

Iwan Piliang berpendapat lain, pendukung Jokowi ini mengaku usulan Maruarar Siarait menjual pesawat kepresidenan untuk menghemat anggaran, sudah tepat. "Tepat dan atau serahkan ke Garuda dikomersialkan," terangnya di akun @IwanPiliang7.

Pihak Istana juga sudah menanggapi usulan politisi PDIP Maruarar Sirait ini. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Firmanzah menerangkan, pembelian pesawat kepresidenan di era Presiden SBY merupakan langkah untuk menghemat biaya perjalanan dinas kepresidenan. Biayanya dinas kepresidenan akan jauh lebih besar jika menggunakan pesawat reguler atau pesawat sewaan.

Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) dibeli Indonesia seharga 89,6 juta dolar AS atau dalam kurs rupiah Rp 847 miliar. Pesawat itu tiba di Indonesia pada 10 April 2014. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya