Berita

Endriartono Sutarto/net

Mantan Panglima TNI: Saat Kampanye, Tidak Ada Capres Yang Ingin Naikkan Harga BBM

SELASA, 02 SEPTEMBER 2014 | 02:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dari pada terus menerus berargumentasi tentang kebenaran menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dibanding konversi, mengapa tidak pemasukan pajak saja dioptimalkan.

Demikian pandangan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto yang dilansir lewat akun twitter, @endrisutarto, Selasa (2/9).

Jelas Endriartono, saat ini pendapatan negara lewat pemasukan pajak belum maksimal, banyak terjadi kebocoran-kebocoran.


"Sampai hari ini kebocoran pemasukan pajak masih sangat tinggi, termasuk wajib pajak yang tidak bayar pajak juga masih banyak," ujar mantan peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini.

Endriartono menambahkan, ia mengaku heran, saat masa kampanye pilpres 2014 lalu, tidak ada pasangan capres-cawapres yang berjanji menaikkan harga BBM dengan dalih menyelematkan APBN. Namun sekarang berbalik arah.

"Tidak pernah kita dengar saat debat atau kampanye ada kandidat menyampaikan akan selamatkan APBN melalui kenaikan BBM. Sekarang ......," ungkap Endriartono.

Seperti diketahui, Presiden dan Cawapres terpilih Jokowi-JK memastikan akan tetap menaikan harga BBM meski akan adanya isu penjegalan dari anggota DPR. "Sudah pasti akan kami naikan, walaupun nanti akan banyak penentangan. Toh ini semua demi kepentingan masyarakat juga," kata JK Minggu kemarin.

Kenaikan harga itu dilakukan guna mengantisipasi kebocoran anggaran APBN dalam menjalankan program subsidi silang bagi masyarakat miskin yang tidak tepat sasaran. JK mengatakan, ketetapan kenaikan harga BBM jalan satu-satunya yang terbaik agar defisit anggaran bisa ditekan dan dialihkan ke sektor yang lebih berguna. Selain itu, juga untuk mendidik masyarakat ekonomi menengah keatas agar mengetahui aturan peruntukan subsidi tersebut sesuai dengan program yang dilakukan pemerintah dalam membantu mengentaskan kemiskinan. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya