Berita

ilustrasi/net

Politik

Kementerian Pembaruan Desa dan Agraria, Sebuah Keniscayaan

SENIN, 01 SEPTEMBER 2014 | 15:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

    
Presiden terpilih Joko Widodo perlu memperkuat kabinetnya dengan membentuk Kementerian Pembaruan Desa dan Agraria.

Menurut Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dianto Bachriadi, pembentukan Kementerian Pembaruan Desa dan Agraria adalah keniscayaan di era pemerintahan Jokowi-JK yang mengusung ide pembaruan.

"Desa memiliki kompleksitas tersendiri terkait penguasaan sumber-sumber agraria yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan warganya. Aspek penguasaan agraria tidak bisa lagi dikelola dengan model yang berkembang selama ini, dimana negara melakukannya dengan cara mengembangkan sektoralisme yang tercermin dalam pembagian-pembagian departemen terkait pengelolaan SDA," kata Dianto dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Senin, 1/8). 

"Desa memiliki kompleksitas tersendiri terkait penguasaan sumber-sumber agraria yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan warganya. Aspek penguasaan agraria tidak bisa lagi dikelola dengan model yang berkembang selama ini, dimana negara melakukannya dengan cara mengembangkan sektoralisme yang tercermin dalam pembagian-pembagian departemen terkait pengelolaan SDA," kata Dianto dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Senin, 1/8). 

Dikatakan dia, adi karateristik integratif dari desa sebagai wilayah otonom sudah semesetinya menguasai dan mengelola sendiri sumber-sumber agrarianya. Terkait hal ini maka diperlukan saluran pengaturan administratif khsusus di tingkat negara dalam bentuk kementerian tersendiri.

"Desa adalah wilayah administratif terkecil yang otonom, sekaligus lokasi dimana kompleksitas kehidupan sehari-hari berlangsung. Karenanya desa tidak bisa lagi hanya diurus dalam batas-batas pengertian wilayah administratif saja seperti sekarang ini, dimana desa diurus oleh setingkat Dirjen dalam Kementerian Dalam Negeri," ujar Dianto yang saat ini juga menjabat sebagai Komisioner Komnas HAM.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya