Berita

Natalie Lowrey/net

Dunia

Terlalu Kritis, Aktivis Lingkungan Ditolak Masuk Malaysia

SENIN, 01 SEPTEMBER 2014 | 13:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang aktivis lingkungan aal Australia Natalie Lowrey dilarang masuk ke Malaysia dan segera dideportasi pulang setelah ia diberitahu petugas imigrasi bahwa namanya telah masuk daftar hitam polisi federal malam lalu (Minggu, 31/8).

Menurut keterangan dari gerakan "Stop Lynas" di mana Lowrey bernaung, ia ditahan oleh petugas imigrasi di bandara KLIA 2 Malaysia ketika baru mendarat dan diberitahu bahwa namanya masuk daftar hitam dan ia harus dideportasi. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa namanya bisa masuk daftar hitam tersebut.

Sementara itu, menurut pengacara Lowrey, Farhana Halim, aktivis itu ditahan selama sekitar 14 jam tanpa diberi makan dan hanya diberi sedikit air.


"Mereka juga menahan kopernya, dan tidak ada pakaian hangat meskipun dia ditempatkan di area perpindahan selama malam yang dingin," katanya dalam pesan teks dikutip The Malaysia Insider.

Lowrey kemudian diterbangkan ke Bali untuk kemudian kembali ke Sydney.

Penolakan dan deportasi itu terjadi hanya selang dua bulan setelah aktivis lingkungan yang telah berkampanye melawan pabrik pengolahan tambang asal Australia Lynas Advanced Material Plant (LAMP) di Kuantan, Pahang itu ditahan kepolisian Malaysia selama enam hari sebelum akhir dibebaskan pada 27 juni lalu.

Perhatian Lowrey dan gerakannya adalah terhadap pencemaran lingkungan pesisir serta dampak negatif bagi kesehatan yang muncul dari limbah radioaktif pabrik yang tidak ditangani dengan benar. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya