Berita

Hasyim Muzadi/net

Kiai Hasyim Dukung Jokowi-JK Naikkan Harga BBM

SENIN, 01 SEPTEMBER 2014 | 06:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) mengatakan kenaikan harga itu dilakukan guna mengantisipasi kebocoran anggaran APBN dalam menjalankan program subsidi silang bagi masyarakat miskin yang tidak tepat sasaran. Bahkan, untuk mengambil langkah itu Jokowi-JK pun telah berkonsultasi dan meminta dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Mantan Ketua PBNU, Hasyim Muzadi sendiri mengaku, sangat mendukung langkah Jokowi-JK menaikan harga BBM. Sebab, sudah sepatutnya pemerintahan baru menyampaikan secara terbuka kondisi Indonesia kepada mayarakat yang sedang dialami.

Seperti bagaimana kondisi pertambangan dan minyak, serta aset vital Indonesia lain yang sedang mengalami permasalahan dan lain sebagainya.


”Supaya nanti masyarakat tidak salah paham, nanti naik disalahkan padahal harus naik. Kami sangat mendukung kebijakan yang akan ditempuh Jokowi dan JK,” ujar Kiai Hasyim disela acara 'Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan' di Pondok Pesantren Al-Hikam, Beji, Depok, Minggu (31/8).


Lebih lanjut Kiai Hasyim menuturkan seperti dikabarkan JPNN, transparansi kondisi real Indonesia tidak dilakukan oleh semua pemerintahan sebelumnya. Baik itu era Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Dia juga mengaku telah membicarakan hal tersebut kepada Jokowi dan JK. Dan untuk itulah PBNU berharap kedua pasangan kepala negara terpilih itu mampu menjalankan amanat masyarakat merubah Indonesia menjadi negara yang transparan dan mensejahterakan masyarakat. Baik tingkat ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

“Jika dikasih tahu ke rakyat, biar mereka yang menilai. Biar rakyat ikut prihatin terhadap kondisi sekarang ini. Mereka akan paham dengan sendirinya, siapa yang benar dan salah. Kalau terus ditentang berdasarkan kepentingan politik ya bisa hancur sistem negara kita ini,” tandas pendiri Ponpes Al-Hikam ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya