Berita

cuplikan video aksi pemenggalan pria kurdi oleh IS/net

ISIS Kembali Beri Ancaman Lewat Penyembelihan Tawanan

JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 10:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lagi, kelompok militan Islamic State (IS) melansir video penyembelihan kepala seorang tawanan. Bila pekan lalu muncul video penyembelihan jurnalis Amerika Serikat James Foley oleh seorang Militan IS beraksen British, kali ini muncul video penyembelihan seorang pria Kurdi oleh sejumlah militan.

Video yang berjudul "A message in blood to the leaders of the American-Kurdish alliance" itu menjukkan sejumlah militan mengenakan pakaian hitam tertutup yang hanya menampakan jelas bagian mata serta telapak tangannya berdiri di belakang seorang tawanan, yakni pria Kurdi. Ia terlihat mengenakan pakaian orang dan berlutut dengan tangan terikat di belakang.  

Video yang dirilis secara online pada Kamis (28/8) itu direkam di depan sebuah masjid di kota Mosul, kota yang berhasil diambil alih oleh kelompok tersebut sejak beberapa bulan lalu.


BBC mengabarkan, para militan dalam video memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak orang yang dibunuh bila pemimpin Kurdi terus mendukung Amerika Serikat memerangi mereka di Irak.

Perlu diketahui, kelompok militan Sunni IS yang juga dikenal dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau sebelumnya bernama ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant) itu melancarkan serangkaian serangan di wilayah Irak dan Suriah untuk mendirikan khalifah atau negara Islam.

Pasukan militer Irak, dibantu dengan Amerika Serikat serta pasukan Peshmerga dari kelompok Kurdi Irak menyatukan kekuatan untuk menghentikan aksi kelompok IS itu dengan melancarkan serangan darat maupun udara.

IS kerap melansir video kekejamannya baik kekerasan ataupun pembunuhan langsung untuk mengancam pihak-pihak yang berupaya menghentikan aksinya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya