Berita

presiden sby/net

Islam, Demokrasi dan Modernitas di Indonesia Hidup Harmonis

JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 10:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Selama berabad-abad, Islam, Hindu, Budha, dan peradaban Barat telah berproses dengan budaya lokal untuk menjadi bagian dari warisan yang kaya Indonesia sebagai bangsa. Dan secara signifikan, di abad ke-21, Indonesia juga menunjukkan bahwa Islam, demokrasi dan modernitas dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pembukaan The Sixth Global Forum of the United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (29/8) pagi. Penyelenggaraan UNAOC tahun ini mengambil tem, 'Unity in Diversity: Celebrating Diversity for Common and Shared Values'.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa sejarah dipenuhi dengan contoh-contoh di seluruh dunia dimana tabrakan antara peradaban mengakibatkan perang, konflik dan penindasan. Namun, saya percaya bahwa di zaman saat ini kita memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk mengubah jalannya sejarah menjadi lebih baik," kata SBY.


Umat manusia telah membayar biaya intoleransi untuk waktu yang sangat lama. Konflik bersenjata, kelaparan, dan penyakit telah mengakibatkan lebih dari 180 juta orang meninggal sepanjang abad 20. Namun, toh dunia belum usai dari perang.

Sejumlah permasalahan saat ini sedang terjadi di dunia, antara lain, hubungan antara negara-negara besar, setelah kira-kira satu dekade stabilitas dan kerja sama, sekarang dalam tren menurun yang berbahaya. Selain itu, di Timur Tengah juga kita melihat pergeseran geopolitik cepat yang telah menciptakan banyak turbulensi.

Banyak orang menyebut saat ini terjadi 'Perang Dingin baru'. "Apa pun itu, bagi saya itu sudah terasa seperti 'Perdamaian Panas', dan itu tidak akan mendingin sendiri. Di sinilah masyarakat internasional dan UNAOC dapat memainkan peran penting untuk membantu memperbaiki situasi mengkhawatirkan ini," jelas SBY seperti dilansir dari situs resmi presidenri.go.

Sebelumnya, Menlu Marty Natalegawa menyampaikan rangkaian acara UNAOC telah diawali dengan Youth Event pada Kamis (28/8). Acara ini dihadiri oleh ratusan anak muda dari berbagai negara. Youth Event adalah salah satu agenda dari UNAOC yang mencoba untuk menggaet anak muda dan meningkatkan kesadaran mereka untuk mengobarkan perdamaian dan harmonisasi masyarakat.

"UNAOC adalah forum internasional yang ditujukan membahas peradaban, kebudayaan dan perbedaan yang ada di dunia," ujar Marty.

Menlu Marty menekankan dan menjelaskan bagaimana persatuan dalam perbedaan bekerja di Indonesia. "Persatuan dalam perbedaan sangat dekat dengan Indonesia. Ini bukan hanya konsep, tapi fakta hidup di Indonesia," imbuhnya. Persatuan adalah aplikasi dari prinsip demokrasi, lanjut Marty, sehingga demokrasi dan perbedaan pasti bisa bersatu.

Hadir pada kesempatan ini, diantaranya, Sekjen PBB Ban Ki-Moon, PM Timor Leste Xanana Gusmao, Menteri Luar Negeri Kerjaan Spanyol Jose Manuel Garci, dan Wakil PM Turki Besir Atalay. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya