Berita

Satya Widya Yudha/net

Tugas Berat Dirut Pertamina Baru, Mengembalikan Kejayaan di Sektor Hulu

JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 10:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menilai, pengunduran diri Karen Agustiawan dari Direktur Utama PT Pertamina adalah hal yang lumrah. Walapun banyak yang menilai agak ganjil. Satya justru malah melihat sisi, siapa calon Dirut yang akan menggantikan Karen.

"Dilihat dari kinerja ekonomi dan keuangan, Pertamina dibawah kepemimpinan Karen ini sudah cukup baik. Tapi kalau dari sisi kegiatan hulu migas masih sangat kurang, dan receive replacement ratio dari Pertamina masih jauh dari harapan," ujar Satya di Jakarta, kemarin (Kamis, 28/08).

Selain itu, tambah Politisi Golkar ini, withdrawal rate atau laju pengurasan sumur masih jauh dari harapan. Hal ini menjadi tugas dari Dirut Pertamina yang baru. Dan Dirut yang baru harus bisa mengembalikan kejayaan Pertamina di sektor hulu.


"Kita terlalu sibuk dengan rumor berbagai alasan kemunduran Karen. Tapi lupa bahwa Dirut penggantinya harus menghadapi berbagai tantangan ke depannya," ujar Satya.

Soal rumor yang beredar mundurnya Karen karena kenaikan harga elpiji, Satya menilai ini tidak ada hubungannya. Pasalnya, kenaikkan harga elpiji sudah berkali-kali dilakukan.

"Ketentuan menaikkan harga elpiji kan harus holistik, karena kita masih mempunyai elpiji yang bersubsidi. Siapapun Dirutnya, tidak boleh semena-mena menaikkan harga elpiji. Karena ini satu komoditas dua harga, berbeda kebijakannya. Alasan karena kenaikan harga elpiji terlalu mengada-ada," ungkapnya seperti dilansir dari dpr.go.id.

Satya berharap, Dirut baru Pertamina dapat menghadapi tantangan Pertamina ke depan, sehingga dapat mengembangkan salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia ke arah yang lebih baik. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya