Berita

foto:net

Moratorium Karet Perlu Dicoba Sampai Harga Untungkan Petani

Indonesia Harus Bisa Negosiasi Harga Karet Dunia
JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 06:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kalangan DPR RI berharap delegasi Indonesia berhasil dalam mengemban misi diplomasi bertemu organisasi karet internasional dan negara-negara produsen karet dunia guna kembali menstabilkan harga karet di tanah air.

"Untuk menstabilkan harga, produsen karet dunia perlu membuat kesepakatan untuk mengurangi pasokan ke pasar sawit dunia. Bila pengurangan pasokan tidak juga bisa menstabilkan harga maka tidak ada salahnya bila disepakati opsi moratorium pasok karet sementara sampai harga kembali menguntungkan bagi petani," kata  Anggota Komisi IV DPR Habib Nabiel Almusawa dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (29/8).

Diberitakan sebelumnya bahwa Kementerian Perdagangan telah membentuk Task Force Karet Nasional (TFKN) guna mengatasi anjloknya harga karet dunia. Untuk hal tersebut TFKN diberi tugas untuk melobi organisasi karet internasional seperti International Tripartite Rubber Council (ITRC) dan International Rubber Consortium (IRCo), serta mengadakan pembicaraan dengan negara-negara produsen utama karet dunia seperti Thailand dan Malaysia.


Harga karet sekarang, lanjut Habib, telah membuat petani karet lesu. Banyak petani yang berhenti menderes karet karena penghasilan yang diperoleh tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup. Mereka beralih menekuni sayuran dan padi atau mencari pekerjaan lain seperti bekerja di perkebunan sawit yang penghasilannya lebih menjanjikan. Dampaknya, banyak pabrik pengolahan karet kekurangan bahan baku dan terpaksa mengurangi produksi bahkan ada yang tutup.

"Akibatnya, banyak pegawai pabrik yang dirumahkan," ujar Habib.

Di awal tahun 2013 (Februari), harga karet dunia di bursa Tokyo Commodity Exchange (Tocom) sempat mencapai angka tertinggi 530,6 yen per kg atau US$6.349 per metrik ton. Di awal tahun 2014 (Januari) harganya jatuh ke angka 261,50 yen per kilogram (US$2.517 per ton). Sedangkan saat ini harga bergerak di kisaran 196,4-199,5 yen per kg.

"Kalau menjual sekarang rugi. Untuk memulihkan harga, opsi moratorium pasok karet ke pasar dunia perlu dipertimbangkan untuk disepakati oleh semua negara produsen," pungkas politisi PKS ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya