Sebanyak 55.8 persen dari sekitar 3.890 warga Korea Selatan yang menjadi pelaku kriminal dan kemudian melarikan diri ke luar negeri dalam kurun waktu lima tahun terakhir belum berhasil ditangkap. Dengan demikian, masih ada sekitar 2.175 buronan Korea Selatan yang hingga saat ini masih dapat melenggang bebas di negara lain.
Menurut laporan yang dirilis oleh Saenuri dengan merujuk data Kementeri Hukum Korea Selatan yang diserahkan kepada Majelis Nasional dalam rangka audit tahunan pada Rabu (27/8) diketahui, Tiongkok merupakan negara tujuan pelarian diri yang paling diminati oleh pelaku kriminal Korea Selatan. Tercatat ada 707 orang yang melarikan diri ke negeri tirai bambu itu. Di urutan kedua ada Filipina dengan total 283 orang, disusul oleh Jepang 223 orang dan Hong Kong dengan 165 orang.
Sementara itu, bila dikategorikan dalam jenis kriminalitas yang dilakukannya, di antara total buronan, 1.1390 di antaranya merupakan pelaku penipuan, 247 pelaku penggelapan. 149 pelaku kejahatan narkoba, dan 86 lainnya merupakan pelaku pencurian.
"Kita harus terus mengejar tersangka kriminal yang melarikan diri ke luar negeri untuk membawa mereka ke pengadilan," kata perwakilan Saenuri Lee Sang-min dikutip
Korea Times.
Ia juga menggarisbawahi peran penting pemerintah imtuk menjalin kerjasama hukum yang tegas dengan negara-negara lain demi mempermudah proses penangkapan serta ekstradisi pelaku kriminal.
[mel]