Berita

tony abbott/net

Dunia

Anggarkan 60 Juta Dolar AS demi Lawan Terorisme, Australia Tekankan Sasarannya Bukan Islam

SELASA, 26 AGUSTUS 2014 | 15:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Australia menganggarkan sekitar 60 juta dolar AS untuk menjalankan operasi melawan kekerasan ekstrimis dan radikal di negeri kanguru itu. Langkah tersebut diambil menyusul ulah kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah yang terus melakukan perekrutan di sejumlah negara, tak terkecuali Australia.

Anggaran itu juga akan digunakan untuk memperkuat program keterlibatan masyarakat demi mencegah pemuda Australia terlibat dalam kelompok ekstrimis itu.

Associated Press mengabarkan, pemerintah Australia melihat perekrutan ISIS itu sebagai bentuk ancaman keamanan dalam negeri. Sehingga upaya melawan terorisme dan mencegah warga negaranya terlibat dalam kelompok ekstrimis menjadi prioritas utama.


"Ini adalah risiko keamanan nasional tertinggi yang kita hadapi dan kita tidak akan berhenti sampai kami yakin bahwa rakyat Australia yang aman dan aman dari itu," kata Menteri Luar Negeri Julie Bishop kepada parlemen pada Selasa (26/8).

Sementara itu, Perdana Menteri Tony Abbott menyebut ada setidaknya 60 warga Australia yang terlibat dalam kelompok ISIS. Selain itu ada sekitar 100 orang lainnya yang terlibat dalam penggalangan dana di Australia untuk mendukung kelompok cabang al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya.

Kendati demikian, Abbott menggarisbawahi bahwa target pengamannya bukanlah umat Islam.

"Saya ingin membuatnya benar-benar jelas bahwa musuh di sini adalah terorisme, itu tidak ada agama tertentu, itu tidak ada komunitas tertentu," kata Abbott Parlemen. [mel]

Populer

UPDATE

Selengkapnya