Berita

fahira idris/net

Ingin Jakarta Maju? Tanya Kebutuhan Perempuan dan Anak

Kebijakan DPRD Harus Pro Perempuan-Anak
SELASA, 26 AGUSTUS 2014 | 12:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota DPRD DKI Jakarta yang baru dilantik kemarin sudah saatnya melibatkan perempuan dan anak dalam semua kebijakan publik di Ibukota.

"Kaum perempuan dan anak juga punya hak menentukan wajah Jakarta, kota tempat di mana mereka hidup dan tinggal," kata Ketua Yayasan Anak Bangsa Berdaya dan Mandiri yang juga Anggota DPD terpilih Dapil DKI, Fahira Idris di Jakarta (26/08).

Ia menjelaskan, perempuan dan anak sering dikesampingkan dalam setiap pengambilan kebijakan publik di Indonesia termasuk di Jakarta. Padahal, hampir semua kebijakan publik, terlebih yang terkait kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan reproduksi terkait erat dengan kehidupan perempuan dan anak.


"Oleh kerena itu, segala kebijakan terutama terkait legislasi (hukum dan perundang-undangan) yang dikeluarkan DPRD DKI Jakarta, idealnya melibatkan penuh perempuan dan anak," ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.

Menurutnya, perempuan dan anak adalah titik ungkit keberhasilkan pembangunan di Jakarta, karena mereka menjadi sumber kota ini untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. "Artinya, perempuan harus sehat agar melahirkan anak yang berkualitas agar bisa membangun kota ini. Jadi, segala kebijakan terkait kesehatan misalnya, perempuan harus ditanya kebutuhan apa saja," terang Fahira yang juga aktivis perempuan ini.

Anak dan remaja, lanjut Fahira, juga harus ditanya apa saja yang mereka butuhkan agar bisa tinggal aman dan nyaman di kota Jakarta serta bisa menyalurkan energinya ke hal-hal yang positif. "Tawuran, miras dan narkoba salah satu pangkalnya adalah anak dan remaja kita tidak disediakan ruang publik yang nyaman untuk berkreasi, kalau pun ada (ruang berkreasi) mereka harus mengeluarkan biaya," ungkapnya.

Dengan bertanya apa saja kebutuhan kaum perempuan dan anak, maka dipastikan segala kebijakan DPRD Jakarta terutama Peraturan Daerah, punya perspektif perlindungan perempuan dan anak. "Misalnya, saat ini para Ibu di Jakarta selalu khawatir anaknya menjadi pecandu alkohol akibatnya mudahnya miras di beli di Jakarta, DPRD harus responsif mengeluarkan regulasi yang melindungi anak dan remaja Jakarta dari bahaya miras," ujar Fahira yang juga mendesak DPRD DKI Jakarta segera merumuskan Perda Miras di Jakarta.

Memang 10 tahun belakangan ini, potret perempuan dan anak di Jakarta masih diwarnai berbagai kekerasan baik verbal maupun fisik. Dari tahun ke tahun, kata Fahira, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat. "Sebagai ibukota, Jakarta idealnya menjadi barometer perlindungan perempuan dan anak di Indonesia, dan saya akan perjuangkan itu," ujarnya.

Ke depan, tambah Fahira, potret perempuan dan anak di Jakarta harus didominasi oleh isu pemberdayaan dan prestasi, bukan lagi diwarnai oleh berbagai ketimpangan apalagi kekerasan.

"Kalau Jakarta ini ingin maju, kucinya sederhana, yaitu perempuan dan anak harus ditanya apa kebutuhan dan kehendaknya serta dilibatkan penuh dalam setiap kebijakan publik. Karena perempuanlah yang selama ini kebagian peran besar untuk mendidik anak, mengatur keuangan keluarga, hingga menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Ini menjadi pekerjaan rumah DPRD dan Pemerintah Provinsi Jakarta saat ini," tegas Fahira. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya